11 Mempelai Menikah Massal di KUA Kretek, Disaksikan Bupati Bantul

Sebelas pasangan pengantin saat melakukan ritual doa bersama di Pantai Cemara Sewu,Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantu, sebelum melangsungkan akad nikah di KUA kecamatan setempat, Rabu (12/8/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
12 Agustus 2020 13:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Suharsono dan Kepala Kantor Kementerian Agama Bantul,  Aidi Johansyah menjadi dalam nikah massal yang digelar Forum Ta'aruf Indonesia (Portais) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kretek,  Bantul,  Rabu (12/8/2020). Sebelas pasangan naik pelaminan dalam nikah massal di KUA Kretek ini.

Selama Agustus ini Portais sudah memfasilitasi pernikahan 75 pasangan di sejumlah KUA se-Bantul.  Angka 75 pasangan pengantin ini sesuai dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-75.

"Sebanyak 11 pasangan pengantin yang dinikahkan di KUA Kretek ini jadi penggenap 75 pasangan pengantin yang kami fasilitasi pernikahannya selama sekitar dua pekan di sejumkah KUA di Bantul," kata Ketua Portais,  Raden Mas Ryan Budi Nuryanto, di sela-sela nikah massal di KUA Kecamatan Kretek.

Ryan mengungkapkan alasan 75 pasang pengantin dibagi di beberapa KUA se-Bantul adalah memecah agar tidak terjadi kerumunan di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Kekhawatiran Ryan ini terbukti karena dalam prosesi pernikahan massal di KUA Kretek, muncul kerumunan dari keluarga pengantin dan masyarakat yang ingin menyaksikan.

Beberapa kali Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat desa dan panitia mengingatkan agar tidak ada kerumunan dan meminta semua yang hadir mengenakan masker.  Sementara semua pasangan pengantin ini mengenakan pakaian adat nusantara.

Tiap pasangan pengantin juga dibekali cincin kawin, pisau dan layah, juga sayur dan buah sebagai bekal pengantin dalam membina rumah tangga. Para pengantin juga mengenakan masker dan sarung tangan.

Ryan mengatakan pernikahan massal tersebut membawa misi sosial, religi, budaya,  dan pariwisata sehingga dengan adanya kegiatan tersebut dihatapkan ikut membantu menggerakkan roda perekonomian industri pariwisata. Karena semua aksesori dan penghantaran nikah dibeli dari warga Bantul. Demikian juga persewaan rias, dekor dan sebagainya.

Sebelum nikah massal, 11 pasangan pengantin ini juga melakukan doa bersama dan foto pranikah di kawasan pantai Cemara Sewu dan Gumuk Pasir,  Parangtritis,  Kretek Bantul, dengan misi mengenalkan objek wisata.

Sementara itu, salah satu pasangan nikah massal Richo Eko Praditia,  23 dan Keni Ari Muryani mengaku terbantu dengan adanya nikah massal tersebut.  Sejoli yang sudah berpacaran selama setahun ini tidak pikir lama ketiga mengetahui ada program nikah massal dari temannya.  "Saya sangat terbantu dengan program nikah massal ini apalagi ini kondisinya pandemi Covid-19," ucap pria yang sehari-harinya jual nasi kucing di angkringan Jalan Magelang,  Tegalrejo,  Jogja.