Siap-Siap Menyapu Jalan, Pemkab Sleman Siapkan Sanksi Pelanggar Protokol Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
12 Agustus 2020 19:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemkab Sleman akan segera mengeluarkan aturan soal penerapan sanksi protokol kesehatan. Bukan denda, Bumi Sembada justru ingin meningkatkan sanksi sosial yang edukatif.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan aturan terkait sanksi masih digodok oleh Satpol PP Sleman dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman. Ia mendorong agar aturan sanksi segera bisa diterapkan kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan, salah satunya bagi warga yang tidak memakai masker.

"Yang membuat itu nanti Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19. Saya minta supaya itu bisa segera dibuat," katanya pada Rabu (12/8/2020).

Ia mengungkapkan pihaknya tidak ingin menerapkan sanksi administratif berupa pemberian denda pada masyarakat. Menurut dia, sanksi denda berupa uang justru tidak akan memberikan efek jera. Lain dengan sanksi sosial yang menurutnya justru bisa dikenang oleh pelanggar.

"Kalau hanya mengeluarkan uang Rp100.000 atau Rp150.000, dua tiga hari sudah lupa. Tetapi kalau diganti dengan sanksi sosial, misalnya nyapu jalan, nyabut rumput, sesuatu yang tidak pernah dilakukan, itu justru akan dikenang," terangnya.

BACA JUGA: Jembatan Cinta di Mangir Lor Hanyut Terbawa Arus Sungai Progo

Selain bisa lebih terkenang, ia ingin penerapan sanksi sosial ini bisa menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk selalu patuh protokol kesehatan. Selain itu, sanksi sosial juga bisa menjadi wujud partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Dihubungi terpisah, Plt Kepala Satpol PP Sleman, Arif Pramana menuturkan pihaknya akan segera melakukan pembahasan terkait aturan sanksi tersebut. Pembahasan itu akan melibatkan Bagian Hukum Setda Sleman.

"Kamis besok akan dibahas bersama Bagian Hukum. Bentuknya berupa peraturan bupati, agar sanksi dapat dikenakan," ujarnya.

Sejauh ini, menurutnya kepatuhan warga Sleman dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19 cenderung baik. Selama beberapa kali ia melakukan patroli dan razia, tingkat kepatatuhan masyarakat sudah mencapai 90%.

"Baik pengguna jalan maupun di pasar, tingkat kepatuhannya sudah di angka 90%. Bahkan terakhir Jumat kemarin kami lakukan operasi masker di sekitar Denggung, hanya ditemukan 1,7% yang tidak pakai masker," ujar Arif.