Heboh Rumah Prof Sardjito Mau Dijual, UGM Siapkan Langkah Ini
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN--Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja, bekerja sama dengan Lippo Plaza Jogja dan Bank BPD DIY gelar fashion dan pameran produk UMKM. Ratusan UMKM mengikuti kegiatan bertajuk New Era Digital UMKM Bangkit yang berlangsung di Lippo Plaza Jogja.
Kepala Bidang Unit Usaha Mikro Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Jogja, Rahari Wulandari mengatakan pameran yang digelar ini dilakukan dengan sistem bagi hasil. Artinya para UMKM yang memajang berbagai produknya tidak dikenai biaya sewa melainkan dimintai beberapa persen dari hasil penjualan.
BACA JUGA : Dinas Koperasi dan UKM DIY Ajak UMKM Terapkan Protokol
"Hanya 10 persen dari omzet penjualan teman-teman UMKM nanti yang disetorkan UMKM ke Lippo," jelasnya pada Rabu (12/8/2020).
Pemeran UMKM di Lippo Plaza Jogja ini akan berlangsung sampai 6 Januari 2020. Ada tiga tenant yang digunakan oleh pelaku UMKM dalam pameran. Pertama tenant seluas 160 meter persegi yang menampung 25 pelaku UMKM di bidang Kraf dan Kuliner. Selanjutnya ada tenant dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) seluas 48 meter persegi yang mampu mewadahi produk dari 15 pelaku UMKM. Terakhir satu tenant berukuran 80 meter persegi dari Forkom UMKM mewakili 15 kecamatan di Kota Jogja yang dapat menampung 20 pelaku UMKM.
Wulan mengatakan perekonomian Kota Jogja harus bangkit. Tidak hanya mewadahi pelaku UMKM, Wulan mengatakan bahwa kegiatan pameran ini sekaligus mempromosikan bahwa mal Itu sudah ramah dengan protokol Covid-19. Ada dua mal lagi yang sudah siap bekerja sama dengan Dinas Koperasi, UKM, Nakertrans Kota Jogja, yakni Galeri Mall dan Ramai Mall.
BACA JUGA : 70% UMKM di Bidang Kerajinan di Jogja Terimbas Corona
Kemungkinan dari pameran UMKM yang dilakukan di tiga mal diperkirakan menampung lebih dari 300 UMKM di Kota Jogja. Pelaku UMKM yang dapat mengikuti eksibisi akan dikurasi terlebih dahulu oleh Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogjakarta.
Wulan berharap para pelaku UMKM dapat termotivasi dengan adanya pameran ini. "Covid-19 jangan sampai membuat kita terpuruk, ternyata kita bisa bangkit dengan protokol Covid-19," ujar Wulan.
Selama pameran para pelaku UMKM banyak melakukan pesta diskon. "Teman-teman harganya ada diskon, sing penting bali modal sek, enggak usah cari untung tapi bisa memproduksi produk baru lagi," imbuhnya.
Salah satu pelaku UMKM yang terpilih dari Forkom UMKM Kecamatan Umbulharjo adalah Tulis Jamari pemilik UMKM Dea Modis. Tulis yang bergelut dibidang batik dan kain jumputan ini mengaku pameran ini dapat membantu memperkenalkan produk-produk ciptaannya.
BACA JUGA : Omzet Ribuan UMKM di Gunungkidul Merosot Drastis
"Kami sangat bangga kepada Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogja, dalam kondisi seperti ini dapat mengadakan pameran tanpa dipungut biaya," ujarnya.
Diharapkan adanya pameran ini dapat mendongkrak usaha milik Tulis. Pasalnya selama tiga bulan usahanya nyaris tanpa pemasukan. Meski dia selalu berproduksi dan mempekerjakan belasan pegawainya, pemasukan yang didapatnya masih di bawah 25 persen dari keuntungan saat kondisi normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Sultan HB X dorong Raperda perfilman dan karst untuk lindungi budaya dan lingkungan Jogja secara berkelanjutan.
Sebanyak 1.222 ketua RT dan RW di Kota Magelang menerima honorarium 2026, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian.
Mahasiswa di Sleman jadi korban pengeroyokan OTK dini hari. Dua gigi patah, polisi masih selidiki pelaku dan motif kejadian.
Penderita hipertensi tetap boleh makan daging kurban saat Iduladha. Simak batas aman konsumsi, cara memasak, dan tips sehat dari dokter.
Harga bahan pokok di Sleman jelang Iduladha 2026 relatif stabil. Cabai merah keriting naik 19,58%, sementara telur dan ayam justru turun.