Pandemi, Sebagian Besar Guru Mengajar Lewat Youtube

Guru SD IT Assalam Sanden, Bantul, Kawit Sayoto, saat memaparkan materi lewat Ruang Siar Guru. - Ist/ Ruang Siar Guru.
14 Agustus 2020 09:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Pandemi Coronavirus Disease bisa atau Covid-19 memaksa orang untuk mengubah hampir semua aspek, termasuk kegiatan belajar mengajar. Sejumlah guru di Bantul memanfaatkan ruang siaran untuk menyampaikan materi kepada murid yang kemudian disiarkan melalui media aplikasi youtube, dan dinamakan Ruang Siar Guru (RSG).

Gatot Sayogi salah satu penggagas RSG mengatakan RSG hadir ditengah keterbatasan guru dalam penyampaian materi di saat pandemi Covid-19. Salah satu latar belakang hadirnya Ruang Siar Guru adalah banyak guru yang kebingungan untuk menyampaikan materi kepada siswa meskipun sudah memiliki telepon selular.

Akhirnya Gatot Sayogi bersama Harsiana Wardani, guru SD Ngrukeman, Kasihan Bantul, dan sejumlah pemuda kreatif Jogja  mencoba membuat ruang siaran khusus guru. Para guru mengajar seperti biasa dalam ruangan, kemudian direkam dan disebarkan melalui channel youtube. Tidak disangka ide tersebut banyak mendapat apresiasi dari para guru yang ikut.

BACA JUGA : Aplikasi Jogja Belajar Class Bisa Dimaksimalkan untuk

“Angkatan pertama ada 92 guru dan 12 kepala sekolah yang ikut rekaman di  Ruang Siar Guru,” kata Harsiana, kepada Harianjogja.com, Kamis (13/8)

Harsiana mengatakan sampai saat ini masih dalam proses rekaman bekerja sama dengan studio 55592 yang berlokasi di Ringroad Barat, Gamping,  Sleman.  Angkatan pertama proses produksi berlangsung selama 13 hari dan menghasilkan 114 konten. Pada pertengahan Agustus ini akan mulai proses produksi lagi.

Sasaran guru yang ikut rekaman untuk sementara ini, kata Harsiana, masih guru-guru SD dari kelas 1-6 dan guru mata pelajaran agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, serta guru pendidikan jasmani kesehatan.  Sebagian besar guru yang terlibat berasal dari Bantul.

BACA JUGA : Sistem Belajar Online Munculkan Masalah Perilaku Buruk

Guru yang ingin ikut siaran dikoordinir oleh koordinator kelas dan menyiapkan materi esensial secara bersama-sama. Pemilihan materi esensial disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masa Pandemi.  Selanjutnya guru akan direkam proses mengajarnya oleh tim kreatif dan tim produksi. Guru tidak mengeluarkan biaya dalam proses produksi ini.

Durasi

Mengingat Ruang Siar Guru bukanlah kelas konvensional yang didigitalkan maka durasi tayangan pun tidak sepanjang ketika guru mengajar di kelas. Hal itu juga sesuai dengan edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) bahwa penyampaian materi di tengah pandemi cukup dengan kompetensi dasar yang pokok.

Sebenarnya, kata Harsiana banyak juga guru sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) yang ingin ikut siaran, namun saat ini masih fokus pada guru SD. Saat ini banyak juga permintaan rekaman dari guru luar daerah.

Ia berharap keberadaan Ruang Siar Guru dapat membantu para guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Tingginya animo guru memanfaatkan ruang siar tersebut juga selaras dengan hasil tayangan di youtube. Dalam tiga bulan ini sudah delapan ribu lebih subcriber dan ditonton ratusan ribu orang.

BACA JUGA : Ini Platform Belajar Daring yang Bakal Digunakan untuk 

“Ruang Siar Guru ini menjadi salah satu referensi dan  sarana pembelajaran siswa secara online,”

Lebih lanjut Harsiana mengatakan sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam proses rekaman. Kendala terjadi hanya di awal-awal rekaman karena harus mengulang-ulang terlebih bagi guru yang belum akrab dengan proses produksi di studio yang profesional. Beberapa kekurangan yang ada akan terus diperbaiki dan tayangan ke depan Ruang Siar Guru akan hadir lebih banyak dalam setiap harinya.

Produksi

Saat proses produksi pertama, dalam sehari hanya menghasilkan 12 rekaman dari pukul 09.00-20.00 WIB. Namun pada proses produksi kedua kini sudah dipersiapkan dengan lebih baik diantaranya ada proses workshop dan juga choaching praproduksi.

Bagi Harsiana secara pribadi tidak ada masalah soal penyampaian materi daring sepanjang semua siap. Baik dari guru, siswa, dan orang tua.  Namun, yang terjadi di lapangan masih ditemui beberapa kendala. Salah satunya,  banyak guru yang belum akrab dengan IT. Banyak guru yang belum bisa membuat media pembelajaran berupa video, sehingga diharapkan tayangan Ruang Siar Guru dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.

Harsiana merupakan guru kelas 5 SD Ngrukeman, Kasihan Bantul. Ia juga merupakan pengurus pusat  dan penanggung jawab Komunitas Koordinator Virtual Indonesia  wilayah DIY.  Komunitas ini merupakan kumpulan alumni pelatihan Virtual Coordinator Training (VCT) yang sudah mengajarkan berbagai kemampuan  IT untuk pembelajaran pada ribuan guru di seluruh Indonesia termasuk DIY. Selain itu perempuan berusia 43 tahun itu juga aktif di komunitas guru penulis.

Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan keberadaan Ruang Siar Guru sangat membantu pembelajaran jarak jauh.  Pihaknya akan mendukung keberadaan Ruang Siar Guru tersebut dan mengembangkannya.