Ini Data Terbaru 9 Kasus Covid-19 di DIY yang Masih Misteri Riwayat Kontaknya

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Agustus 2020 09:57 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak sembilan kasus dari total 46 kasus penambahan pada Sabtu (15/8/2020) tercatat masih misteri Riwayat kontaknya. Tracing terhadap sembilan kasus tersebut masih terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota di DIY.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Bery Murtiningsih menjelaskan berdasarkan riwayat distribusi kasus ada sembila pasien yang belum diketahui Riwayat kontaknya. “Ada Sembilan masih dalam penelusuran riwayat kontaknya,” kata Berty, Sabtu (15/8/2020).

BACA JUGA : Riwayat Perjalanan 4 Pasien Baru Covid-19 di DIY

Berty menambahkan Sembilan kasus tersebut antara lain dari Gunungkidul ada lima kasus, terdiri atas Kasus 954, perempuan usia 49 tahun, Kasus 979 : Laki laki, usia 59 tahun, Kasus 977,  Laki laki, 59 tahun, Kasus 978, Laki laki, 30 tahun dan Kasus 979, Laki laki, usia 59 tahun.

Kemudian Sleman ada tiga kasus, terdiri atas Kasus 957, Perempuan usia 33 tahun, Kasus 990, Perempuan , 64 tahun dan Kasus 996, Perempuan, 22 tahun. “Serta Kulonprogo ada Kasus 997, Perempuan, 32 tahun, Riwayat kontaknya juga masih dalam penelusuran,” ujarnya.

Adapun penambahan total 46 kasus tersebut untuk distribusi kasus berdasarkan riwayat memang didominasi dari hasil screening karyawan kesehatan tercatat 19 kasus. Adapun 19 kasus tersebut merupakan karyawan Kesehatan di Gunungkidul.

“19 Kasus ini tercatat dengan kode urutan Kasus 958 sampai Kasus 976, ini merupakan riwayat hasil skrining karyawan Kesehatan di Gunungkidul,” ungkap Berty .

BACA JUGA : Ini Riwayat 9 Pasien Baru Covid-19 di DIY

Berty menambahkan terkait kondisi rumah sakit rujukan Covid-19, hingga Sabtu (15/8/2020) masih mencukupi untuk menampung pasien. Ketersediaan tempat tidur untuk critical atau dilengkapi dengan ventilator sebanyak 19 tempat tidur, hingga kemarin yang terpakai sebanyak 15 tempat tidur dan tersisa 14 tempat tidur.

Untuk tempat tidur noncritical yang tidak dilengkapi dengan ventilator tercatat total sebanyak 321 tempat tidur. “Untuk yang noncritical masih ada sisa yang belum dipakai sebanyak 173 tempat tidur, yang terpakai 148 tempat tidur,” katanya.

Sedangkan untuk distribusi kasus sesuai domisili, Gunungkidul juga menjadi paling banyak tercatat per Sabtu (15/8/2020) ada tambahan 24 kasus dari Bumi Handayani. Kemudian disusul Sleman 12 kasus,  Bantul 4 kasus, Kota Jogja 5 kasus dan Kulonprogo ada penambahan satu kasus.

“Untuk kesembuhan ada tambahan  empat kasus sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 662 pasien. Penambahan kasus sembuh kemarin berasal dari Gunungkidul tiga kasus dan Bantul satu kasus,” ujarnya.