Pasien Positif Corona Datang Periksa, Satpam & Pegawai Puskesmas Kotagede Ketularan

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
24 Agustus 2020 18:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Puskesmas Kotagede I pekan lalu menutup layanannya sementara pada hari Rabu (19/8/2020). Adanya satu petugas keamanan dan analisis laboratorium yang terkonfirmasi positif membuat layanan puskesmas sempat tutup.

Kepala Puskesmas Kotagede I, Arief Haritono menjelaskan bahwa kejadian berawal dari Selasa (18/8/2020) pihaknya menerima laporan bahwa ada satu pasien yang sempat berobat di Puskesmas Kotagede I terkonfirmasi positif. Akibatnya puskesmas mengambil langkah cepat dengan menutup layanan. "Rabu (19/8/2020) langsung kita tutup, tapi berhubung Kamis tanggal merah dan Jumat cuti bersama, kami tulis tiga hari biar pasiennya tidak bingung," terangnya dihubungi Senin (24/8/2020).

Lebih lanjut Arif menceritakan bahwa ada pasien Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) datang ternyata sudah membawa virus. Pasien lewat depan kebetulan dia melakukan pemeriksaan suhu terus melanjutkan pendaftaran KIA lalu tes pengambilan darah ke laboratorium. "Pas terpapar itu pas screen suhu dan cek darah itu, kontak banyak, ada 10 orang tapi yang positif dua," jelasnya. Keduanya (satpam dan analis) telah menjalani isolasi mandiri karena merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).
Adapun 10 orang yang menjalani Swab meliputi empat bidan, dua dokter, satu perawat, dua satpam satpam dan satu analisis laboratorium.

Arif menegaskan bahwa saat tutup pihaknya telah melakukan sterilisasi puskesmas sebanyak dua kali. Dia menggunakan fogger, karena standar dari Dinkes dengan bahan khusus yang mampu bertahan 15 hari. Sementara itu pihaknya menukar petugas keamanan yang lain untuk berjaga menggantikan satpam yang terkonfirmasi positif.

Menurut Arif penggunaan APD petugas sudah seusai. Petugas keamanan juga telah menggunakan APD, analisis pun juga sudah menggunakan APD. "Yang kita tebak itu bidannya kena, tapi yang tidak kita tebak itu malah yang kena, jadi memang virus ini sulit diduga," jelasnya.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan tertularnya tenaga di Puskesmas Kotagede I berawal dari pasien ibu hamil dari Bantul yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan Swab tapi hasilnya belum keluar. "Setelah kita tahu informasi dari Bantul bahwa ibu itu ternyata positif, setelah itu kita melakukam tracing lingkungan yang sempat disinggahi ibu itu, kita temukan dua orang [analisis dan satpam], itu, sehingga [puskesmas] perlu kita bersihkan selama satu hati sehingga kita liburkan," terangnya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Bantul yang Positif Corona Sempat Kunjungi Panti Asuhan & Rapat Internal Partai

Saat ini kedua tenaga puskesmas menjalani isolasi mandiri. Dijelaskan Heroe sesuai dengan tata protokol kesehatan revisi lima bahwa pasien OTG harus melakukan isolasi 10 hari plus empat hari untuk keamanan bila masih tanpa gejala diperbolehkan untuk kembali beraktivitas normal. "Kita sedang koordinasi dengan wilayah untuk ikut mengawasi warga yang terpapar positif," jelasnya. Hal itu berbeda dengan protkol dahulu di mana pasien positif dinyatakan sembuh bila menunjukkan hasil Swab negatif sebanyak dua kali.