Smart Province Bukan Sekadar Internet dan Aplikasi
Transformasi Digital Menuju Smart Province membahas pentingnya teknologi, integrasi data, SDM, regulasi, dan literasi untuk membangun DIY sebagai Smart Province
Badan Narkotika Nasional (BNN)./bnn.go.id
Harianjogja.com, JOGJA - Indonesia mengambil sikap dari beberapa rekomendasi yang disampaikan Word Health Organization (WHO) mengenai legalitas ganja yang digunakan untuk medis. WHO memberikan rekomendasi penggunaan ganja untuk pengobatan, namun tidak semua negara menerima rekomendasi tersebut. Salah satunya Indonesia. Indonesia memberikan tanggapan bahwa Indonesia secara tegas menolak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Drs. Mufti Djusnir, M.Si, Apt selaku Kelompok Ahli Bidang Pencegahan di BNN dalam pertemuan “2nd Tropical Meeting of WHO ECDD’s Recommendations on Cannabis and Cannabis - related Substances” di Hotel Tentrem Senin (24/8/2020).
Pertemuan tersebut diselenggarakan dengan peserta terdiri dari beberapa aspek yakni pemerintahan dan kalangan akademisi. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa negara melalui teleconference. “Ini merupakan meeting ke dua yang kita sampaikan mengenai penjelasan sikap pemerintah Indonesia menjawab rekomendasi WHO,” ungkap Mufti dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.
Ada beberapa sikap dari rekomendasi yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut di antaranya tidak setujunya terhadap rekomen nomor 52, “Kita lihat analisis kita terhadap hal tersebut THC merupakan zat aktif utama yang dominan dalam tanaman ganja terutama yang tumbuh di Indonesia. Bahkan THC kandunganya sampai 18 persen,” ungkap Mufti.
“Indonesia belum bisa menerima rekomendasi ini karena masih perlunya penelitian yang lebih lanjut terutama uji klinis,” tambahnya.
Kesimpulan pemerintah tidak setuju mengenai legalitas mengenai ganja, baik dari jenis kandungan THC yang dimiliki jenis ganja yang tumbuh di Indonesia hingga akibatnya untuk jangka panjangnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi Digital Menuju Smart Province membahas pentingnya teknologi, integrasi data, SDM, regulasi, dan literasi untuk membangun DIY sebagai Smart Province
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.