The Odyssey Melejit Lampaui Rp17 Triliun di Box Office Global
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus pendapatan global US$1 miliar hanya dalam tiga pekan. Capaian ini menjadi yang pertama bagi Nolan sejak The Da
Ilustrasi belajar./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Kendala susah sinyal di beberapa wilayah di Bantul, tidak membuat sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 terganggu.
Dinas Pendidikan (Disdik) Bantul tetap menggelar pembelajaran dengan sistem luring. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan guru untuk mendatangi siswa yang bermukim di daerah terpencil dan susah sinyal.
“Memang ada beberapa guru yang melakukan hal tersebut. Sebab, kami sadar di beberapa tempat, murid kesulitan mengakses proses kegiatan belajar dengan sistem daring,” kata Kepala Disdik Bantul Isdarmoko, Rabu (26/8/2020).
Beberapa daerah tersebut adalah kecamatan yang punya perbukitan seperti Pajangan, Dlingo dan beberapa kecamatan lainnya.
Oleh karena itu, dinas sejak awal memang telah memodifikasi bentuk pembelajaran baik secara daring maupun luring. Untuk daerah yang susah sinyal, Disdik Bantul telah meminta kepada sekolah untuk menugaskan sejumlah guru mendatangi kelompok belajar siswa maupun rumah siswa dalam mendampingi proses belajar mengajar.
“Tujuannya agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dan materi bisa dengan mudah ditangkap oleh siswa. Tentunya, saat menjalankan kegiatan ini tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan,” kata Isdarmoko.
Selain mendatangi rumah siswa, dinas juga telah meminta kepada sekolah untuk memberikan bantuan pulsa kepada siswa. Di mana, nantinya besaran bantuan pulsa untuk pembelajaran daring akan disesuaikan dengan kemampuan sekolah dan diambilkan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).
“Sesuai Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020, BOS bisa digunakan untuk membeli pulsa internet bagi guru dan siswa dalam mendukung pembelajaran dari rumah selama masa darurat Covid-19,” katanya.
Salah satu guru MTS Ma\'arif Dlingo, Indri Astuti mengungkapkan, dirinya mendatangi muridnya di rumah mereka untuk membantu proses pembelajaran. Sebab, pembelajaran berbasis online sulit dilakukan, karena terkendala oleh sinyal.
Setidaknya, Indri mengaku dalam satu bulan biasa empat kali mendatangi muridnya. Hal ini dilakukan secara bergilir. Adapun tujuannya adalah agar kendala pembelajaran yang ada sedikit teratasi.
Meski demikian, Indri mengaku tetap mengedepankan protokol kesehatan saat memberikan materi ke muridnya. Selain mewajibkan murid memakai masker.
Disediakan pula cuci tangan dan hand sanitizer.
“Jadi bentuk pembelajaranya dalam satu sesi biasanya saya bertemu satu kelompok terdiri dari enam sampai dengan delapan murid. Nantinya, materi apa yang belum bisa dipahami, bisa langsung ditanyakan," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus pendapatan global US$1 miliar hanya dalam tiga pekan. Capaian ini menjadi yang pertama bagi Nolan sejak The Da
Analisis APK mengungkap indikasi fitur baru ChatGPT yang memungkinkan pengguna membuat stiker WhatsApp langsung dari perintah teks. OpenAI belum memberikan konf
Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah laporan Daily Telegraph mengungkap dugaan hubungan gelap dengan mantan karyawan UEFA yang menerim
Presiden AS Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif baru untuk memperketat aturan kewarganegaraan dan membatasi praktik birth tourism. Kebijakan ini
Apple merilis macOS Tahoe 26.6.1 untuk menambal celah keamanan Screen Sharing yang berpotensi memungkinkan akses tanpa kredensial valid. Pengguna Mac disarankan
GIIAS 2026 menghadirkan puluhan mobil baru dari berbagai merek. Simak daftar 10 mobil paling menarik, mulai Suzuki XL7 terbaru hingga Mazda 6e dan Toyota Land C