3 Kecamatan di Sleman Masuk Zona Merah Corona, Butuh Penanganan Ekstra

Ilustrasi - Freepik
26 Agustus 2020 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga kecamatan di wilayah Sleman masuk zona merah berdasarkan peta epidemiologi virus Corona. Hanya satu dari 17 kecamatan yang masuk kategori zona hijau, yakni Seyegan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan tiga kecamatan yang masuk zona merah adalah Depok, Gamping, dan Mlati. Ketiganya membutuhkan perlakukan khusus agar bisa keluar dari zona merah.

BACA JUGA: Di Sebuah Warung di Kulonprogo, Semua Orang Bisa Makan Siang Gratis

“Misalnya tracing harus lebih cepat dan diperluas,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (26/8/2020).

Dinkes Sleman mengharapkan agar kegiatan yang banyak melibatkan banyak orang untuk lebih diperketat lagi penerapan protokol kesehatannya. “Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini masih tergantung faktor lain, misalnya pergerakan orang yang sulit dibatasi,” kata Joko.

BACA JUGA: Bakul Warung Soto Depan XT Square Jogja Positif Covid-19, Semua Pembeli Diminta Isolasi Mandiri

Peta epidemiologi virus Corona atau Covid-19 terbaru dirilis sejak 22 Agustus lalu. Peta epidemiologis tersebut didasarkan pada penilaian tingkat penyebaran Covid-19.

"Kategori risiko penularan tinggi ini antara lain disebabkan banyaknya pendatang atau pelaku perjalanan. Selain itu, contact tracing aktif yang tinggi dan juga screening terhadap sasaran potensial," katanya.

Sementara, sembilan kecamatan yang masuk zona kuning meliputi, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, Kalasan, Prambanan, Minggir dan Moyudan. Adapun zona oranye atau risiko penularan sedang meliputi, Tempel, Godean, Ngaglik dan Kecamatan Sleman.