Posko Covid-19 Ditutup, Bantul Akan Latih Sukarelawan Desa

Ilustrasi. - Freepik
27 Agustus 2020 15:37 WIB Hery Setiawan (ST18) Bantul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Setelah penutupan Posko Dukungan Operasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 oleh Pemda DIY, sejumlah layanan publik yang berkaitan dengan penanganan pandemi mulai dihentikan.

Layanan tersebut mulai dari pemakaman dengan protokol Covid-19, penyemprotan disinfektan di zona kasus, cipta kondisi zona kasus dan fasilitas dekontaminasi yang sejak Maret 2020 digerakkan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY beserta satuan kerelewanan lainnya.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Aka Lukluk Firmansyah, mengatakan tugas-tugas kerelewanan itu selanjutnya akan dilimpahkan kepada gugus tugas tingkat desa.

BACA JUGA: Tak Menyesal, Jagal Sukoharjo Sempat Mandi & Minum Setelah Membunuh Keluarga Temannya

“Ya. Untuk DIY per 26 Agustus 2020 [layanan ditutup]. Untuk Bantul, ke depan akan ada pelimpahan ke gugus tugas desa,” katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (27/8/2020).

Gugus tugas desa akan meneruskan kerja-kerja pelayanan dan penanganan Covid-19 yang sebelumnya dikerjakan oleh tim sukarelawan, seperti penyemprotan disinfektan hingga pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19. Bedanya, lingkup kerjanya lebih sempit, hanya mencakup wilayah desa atau kelurahan.

BACA JUGA: CEK FAKTA: Beredar Video Pegowes Meninggal di Banguntapan, Ini Faktanya

Sebelum melaksanakan tugas tersebut, kata laki-laki yang akrab disapa Aka, itu anggota gugus tugas desa bakal mengikuti pelatihan terlebih dahulu. Total ada 75 desa di Bantul. Masing-masing akan mendapat giliran jadwal pelatihan.

“Sudah beberapa kali [pelatihan], bergiliran untuk 75 desa. Tugasnya untuk penanganan di desanya masing-masing,” ujarnya.

Ia mengatakan mengajak peran serta warga dalam kegiatan kerelawanan tak bisa dibilang mudah. Apalagi, ini untuk kerja-kerja penanganan pandemi Covid-19 yang tak bisa dipandang sepele risiko bahanya. Untuk itu, pelatihan begitu penting guna mempersiapkan para sukarelawan. Selain BPBD, pemateri pelatihan juga akan didatangkan dari Dinas Kesehatan dan Tim dari Palang Merah Indonesia.