Dinkes Kota Jogja: Penelitian Wolbachia Perlu Didukung Penerapan PSN

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
28 Agustus 2020 07:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Kesehatan Kota Jogja menilai jika penerapan metode Wolbachia dalam upaya menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang dilakukan di sejumlah kecamatan yang ada di Jogja perlu didukung dengan penerapan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Jogja, Yudiria Amelia mengatakan penerapan metode Wolbachia terbilang cukup sukses menekan angka kasus DBD di wilayah kota Jogja. Walaupun, upaya PSN tetap wajib untuk dilakukan.

BACA JUGA : Tim Riset Wolbachia Mampu Turunkan Kasus DBD

"Metode Wolbachia ini kan sebagai salah satu upaya penanganan kasus DBD, metode tersebut bisa dibilang cukup sukses, bukan berarti dengan adanya Wolbachia upaya PSN dilupakan. Jadi, kita tidak kemudian hanya mengangkat Wolbachia tapi seluruh upaya penanggulangan itu tetap harus terjaga dan terlaksana," ujar Yudiria Amelia, Kamis (27/8/2020).

Saat penerapan metode Wolbachia pada 2016 silam, berdasarkan klaim yang dilakukan oleh World Mosquito Program (WMP) dengan melakukan pengecekan darah di puskesmas beserta petugas, angka penurunan kasus DBD di wilayah kota Jogja sampai menyentuh angka 70 persen.

Artinya, bisa dianggap ada keberhasilan dari metode Wolbachia ini, tetapi di Kota Jogja penyebaran Wolbachia sendiri baru menyasar kecamatan di sisi barat, sementara sisi timur baru sebagai pembanding, nah wilayah pembanding baru diberikan pada tahun ini, targetnya Wolbachia bisa tersebar di wilayah Jogja," ungkap Amel sapaan akrab Yudiria Amelia.

BACA JUGA : Mengenal Teknologi Wolbachia, Pencegahan DBD yang

Adapun, di sisi barat sendiri menyasar kecamatan Tegalrejo dan Wirobrajan dan mengambil sebagian besar wilayah kelurahan yang masuk dalam kecamatan yang ada di tengah kota Jogja. Wilayah yang diambil sample disesuaikan dengan kriteria wilayah penelitian dari WMP.

Pasca diterapkannya metode Wolbachia di dua kecamatan yakni Tegalrejo dan Wirobrajan pada akhir 2016 lalu, di tahun 2018 dan 2019 angka kasus DBD mengalami penurunan yang cukup signifikan.

"Ada penurunan signifikan di tahun 2018 dan 2019. Nah, sekarang yang belum terbagi akan diberikan nyamuk Wolbachia, terutama di wilayah Kotagede. Tahun ini baru mulai dilepaskan lagi di wilayah yang belum disebar nyamuk Wolbachia. Dilepaskannya di tiap kelurahan, prosesnya kan tidak langsung dilepaskan, ada sosialisasi juga sebelumnya," terangnya.