PILKADA BANTUL: Tancap Gas, Halim-Joko Pilih Pendaftaran di Hari Pertama

Deklarasi pasangan Halim-Joko di Pilkada Bantul, Jumat (28/8/2020)-Harian Jogja - Jumali
30 Agustus 2020 19:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul, Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo memilih hari pertama dalam pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Jumat, 4 September mendatang. Alasannya karena pasangan ini menilai semua persyaratan sudah siap.

“Hari Jumat tanggal 4 kami akan mendaftar [di KPU Bantul],” kata Halim, disela-sela acara pembekalan sukarelawan Sedulur Bumi Mataram (Sebhumi) di Pendopo Halim, Muntuk, Dlingo, Bantul, Minggu (30/8/2020). Selain persiapan sudah mantap, Halim mengatakan pemilihan pendaftaran pada Jumat mendatang karena Jumat merupakan hari yang suci sehingga pihaknya ingin keberkahan di hari Jumat.

“Karena Jumat mengandung peristiwa agung, kesucian dari Tuhan. Kami menggunakan Jumat untuk mencari berkahnya Jumat,” kata dia.

Pihaknya segera berkoordinasi dengan KPU Bantul terkait tata cara pendaftaran serta konsultasi agar proses pendaftaran memenuhi protokol kesehatan Coronavirus Disease atau Covid-19. Dalam proses pendaftaran nanti, pihaknya juga tidak akan mengerahkan semua massa. Tidak lebih dari 200 orang yang akan mendampingi Halim-Joko saat mendaftar di KPU Bantul, yang terdiri dari perwakilan sukarelawan, pengurus partai pengusung dan pendukung, serta perwakilan seniman.

Halim mengaku ada 27 sukarelawan Halim-Joko yang tercatat di 17 kecamatan dan 75 desa hingga dusun dan tingkat RT. Namun sukarelawan yang tidak tercatat diklaimnya lebih banyak lagi.

Sementara itu dalam pembekalan Sebhumi, Halim mengatakan sukarelawan tersebut merupakan salah satu kelompok sukarelawan Halim-Joko yang getol, aktif, dan kreatif melakukan penggalangan massa. Pihaknya perlu melakukan pembekalan kepada sukarelawan agar gerakan yang dilakukan sukarelawan terukur.

“Perlu dibekali melakukan kampanye yang santun, kampanye yang beretika, tidak melanggar hukum,” kata dia.

Pihaknya ingin relawan dan pendukung patuh pada peraturan. Para sukarelawan juga mendapatkan materi cara mensosialisasikan gagasan Halim-Joko kepada masyarakat, “Karena pesta demokrasi ini festival gagasan bukan peperangan Z karena semua saudara. ini harus dipahami seluruh sukarelawan. Kita memberikan edukasi tentang masa depan, Bantul. Bagaimana pemerintah harus dikelola dengan baik,” tandas Halim.