Advertisement

Pelaku Pembunuhan di Kampus AKRB Akhirnya Terungkap Setelah Menunggu 5 Tahun

Jumali
Jum'at, 04 September 2020 - 15:57 WIB
Sunartono
Pelaku Pembunuhan di Kampus AKRB Akhirnya Terungkap Setelah Menunggu 5 Tahun Pelaku pembunuhan di kampus AKRB digelandang petugas di Mapolres Bantul, Jumat (4/9/2020). - Harian Jogja/Jumali.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Polres Bantul bersama dengan Polda DIY berhasil menangkap Yuli Widodo, 46, pelaku pencurian dan pembunuhan yang terjadi lima tahun lalu di kampus AKRB, Banguntapan, Bantul.

Warga Gendeng GK 4/975 Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja itu ditangkap usai petugas melakukan pencocokan sidik jari laten yang dikoneksikan dengan sidik jari E-KTP.  Dari hasil pencocokan, diraih identitas atas nama Yuli Widodo. Usai dirasa cocok, petugas pun mengamankan tersangka, Rabu (2/9/2020) lalu.

BACA JUGA : Polisi Sudah Kantongi Nama Pelaku Pembunuhan PSK Online

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 linggis dan obeng. Adapun peristiwa pencurian dan pembunuhan sendiri terjadi pada  Senin (30/11/2015) lalu pukul 07.20 WIB.

Saat itu, saksi Bambang, 35, warga Bangunjiwo, Kasihan datang ke kantor kampus AKRB di Jalan Janti No.3/47 Karangjambe, Banguntapan, Bantul, tetapi kantor tutup. Kemudian Bambang menelpon saksi lainnya, Danang Sudarmono, 38, selaku karyawan kampus AKRB.

Keduanya kemudian masuk melalui genting dan mendapati korban dalam keadaan meninggal dengan luka terbuka di bagian kening dan bagian lainnya .

Selain itu, ditemukan almari bagian keuangan dalam keadaan terbuka dan acak-acakan, namun uang dan barang tidak ada yang hilang.

BACA JUGA : Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan PSK Online di Sleman

Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudi Satria di Mapolres Bantul, Jumat (4/9) siang mengatakan, telah melakukan penyelidikan atas kasus 5 tahun lalu, selama sebulan terakhir.

Advertisement

Awalnya, jawatannya melakukan pencocokan sidik jari dari kasus yang sempat dilakukan oleh tersangka, yakni pencurian di SMA Depok, Sleman, beberapa tahun lalu. Usai divonis satu tahun penjara, pelaku langsung melakukan aksinya di kampus AKRB.

“Jadi kuncinya adalah aksinya di SMA Depok. Dari sana, kami cocokan sidik jari dengan sidik jari yang ditinggalkan di kampus AKRB. Memang butuh waktu, karena harus memadukan dengan data yang lainnya,” terang dia.

BACA JUGA : Polisi Kantongi Ciri-Ciri Pelaku Pembunuhan di Sendang

Advertisement

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat pasal 339 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara 20 tahun dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara 15 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Indovac, Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia yang Siap Ekspor

News
| Sabtu, 08 Oktober 2022, 05:37 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement