Polisi Sudah Kantongi Nama Pelaku Pembunuhan PSK Online di Concat

Ilustrasi pembunuhan - JIBI
10 Maret 2020 07:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Polisi sudah mengantongi nama pelaku yang diduga melakukan aksi pembunuhan terhadap perempuan berprofesi pekerja seks komersial (PSK) online di sebuah hotel di wilayah Condongcatur, Sleman, Kamis (5/3/2020) lalu. 

Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah mengatakan jika berdasarkan pemeriksaan dari alat bukti dan beberapa petunjuk, sudah mengarah kepada satu nama. Jajarannya juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang saat ini berada di luar wilayah DIY. Pelaku diduga merupakan individu yang dekat dengan korban. 

"Anak-anak masih diluar daerah [melakukan pengejaran]. Pelaku diduga kenal dengan korban, karena kalau ia bisa datang ke kamar kan berarti korban dan pelaku sudah saling kenal, atau juga kemungkinan pelaku sudah memesan, korban juga di sana [hotel] kan mencari tamu, informasi dari CCTV juga sudah didapatkan," ujar Rizki, Senin (9/3/2020).

Aksi pembunuhan, lanjut Rizki, boleh dikatakan jarang terjadi semenjak dirinya menjabat sebagai Kapolres Sleman selama kurang lebih empat tahun. "Selama saya di sini [Polres Sleman] selama empat tahun, baru dengar lagi ada itu [kasus pembunuhan]," imbuhnya

Terkait dengan korban yang diduga sebagai PSK online juga tidak mengurangi upaya polisi untuk melakukan penegakan hukum. "Walaupun mereka sebagai PSK, namun karena ada aksi pembunuhan tetap menjadi atensi dari kami," ungkapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rudy Prabowo mengatakan jika korban mengalami luka sayatan senjata tajam di leher, punggung kiri, dan siku kanannya. Korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan darah.

"Berdasarkan hasil autopsi yang sudah dilakukan, luka terbuka akibat sayatan senjata tajam di leher sebanyak empat buah. Di punggung kiri satu buah. Di siku kanan satu buah, pelaku diduga mengincar leher korban," terangnya.

Dalam menjalankan aksinya pelaku sengaja memilih waktu saat dini hari ketika jam orang sudah terlelap dan pemeriksaan oleh pihak security juga tidak terlalu intensif dilakukan.

"Evaluasi sistem penerimaan tamu juga harus dilakukan. Usai menjalankan aksinya pelaku tidak kembali ke lobby. Pelaku juga tidak menggunakan lift. Pelaku memilih jalan keluar melalui tangga darurat," tutupnya.