Agenda Wisata Jogja 27-30 Juni 2026, Event Seru Jangan Terlewat
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa sesaat sebelum menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Sleman, Jumat (4/9/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Pasangan calon (Paslon) Kustini Sri Purnomo-Danang Maharda (Kuda Maharsa) menjadi Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman (Bacabup-Bacawabup) yang pertama menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Sleman, Jumat (4/9/2020).
Paslon Kuda Maharsa bersama pendukungnya berangkat dari Kantor DPC PDI Perjuangan. Seremonial pelepasan paslon ini diikuti seluruh petinggi kedua pendukung partai baik dari PDI Perjuangan maupun PAN. Selain mengenakan batik, sebagian pendukung mengenakan pakaian khas Jawa lengkap dan pakaian kebesaran partai masing-masing.
BACA JUGA: Sumber Penularan Mahasiswa UPNVY yang Positif Covid-19 Masih Misterius
Usai seremonial pelepasan, paslon Kuda Maharsa bergerak menuju Kantor KPU Sleman pukul 14.40 WIB berjalan kaki sejauh 100 meter diiringi para pendukung. Tampak Bupati Sleman Sri Purnomo dalam rombongan selain petinggi PDIP dan PAN. Juga terlihat petinggi dari Partai Gelora dan Demokrat berjalan bersama rombongan. Rombongan diterima oleh para komisioner KPU Sleman di ruang pendaftaran. Ketua dan sekretaris partai pendukung mendampingi paslon Kuda Maharsa.
Kustini mengatakan, pinangan PDI Perjuangan yang merepresentasikan keinginan sebagian besar masyarakat serta rekomendasi DPP PAN menguatkan dirinya untuk berbuat lebih banyak dalam membangun Sleman. Selama mendampingi suaminya, Sri Purnomo ia banyak belajar dan memahami persoalan-persoalan politik, pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.
"Kesibukan kami dalam berbagai organisasi menyebabkan kami setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami aspirasi yang berkembang dan memiliki pengalaman mengelola organisasi," katanya.
Hal tersebut menjadi modal sosial bagina untuk meraih dukungan rakyat dalam kontestasi Pilkada tahun ini. Modal sosial tersebut, tegas Kustini, sangat dibutuhkan untuk menekan modal finansial sehingga terhindar dari jebakan biaya politik yang tinggi. "Saya tidak menanggung beban dalam menjalankan kepercayaan sebagai kepala daerah dan fokus memikirkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Dalam menjaga marwah demokrasi, Kustini mengajak masyarakat untuk mewaspadai praktik money politic. Sebab jika sampai terjadi, praktik transaksional dalam Pilkada akan merugikan masyarakat sendiri. Ia tidak rela Sleman dipimpin oleh kepala daerah yang tersandera oleh beban berat politik sehingga selama masa pemerintahannya tidak memikirkan kepentingan rakyat.
Cawabup Sleman, Danang Maharsa menyatakan Sleman selama kepemimpinan Sri Purnomo telah mencapai banyak prestasi dan kemajuan daerah. Sehingga banyak program yang masih layak untuk dilanjutkan dan berkreasi lagi dengan program kerja baru yang membuat Sleman terus berkembang. "Selama berjalan berdampingan dengan ibu Kustini Sri Purnomo ke depan saya akan mendorong jiwa enterpreneurship generasi muda dan millenial," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Kemenko PMK mengkaji isu 60.000 calon mahasiswa mundur dari SNBP dan menelusuri dugaan penyebab, termasuk faktor UKT serta kondisi ekonomi.
Laba bersih BEI mencapai Rp1,07 triliun pada 2025, naik 59,4% dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia.
Kecelakaan JJLS Gunungkidul terjadi di Saptosari. Mobil sedan terperosok ke lahan sedalam dua meter, sopir dan penumpang hanya mengalami luka ringan.
Kejagung optimistis hakim menjatuhkan vonis terhadap Nadiem Makarim sesuai tuntutan 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook.
Gajah Sumatera Indro berusia 45 tahun mati di Taman Nasional Tesso Nilo setelah mengalami komplikasi kesehatan usai menjalani fase musth.