Meriah! Festival Balon Udara di Solo Disambut Antusias
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN--Tebing Breksi menjadi salah satu wisata yang cukup kondang di Sleman.
Akun Instagram @tebingbreksi_official membagikan foto ukiran naga yang menjadi ikon tempat wisata Tebing Breksi Sleman. Dalam keterangannya, dibagikan filosofi dari gambar ular berbadan besar.
Pahatan naga dengan mulut menyeringai menjadi salah satu ikon dari tempat wisata Tebing Breksi.
Ukirannya yang dibuat besar menghiasi dari atas hingga bagian bawah tebing.
Ternyata, ada filosofi di balik pembuatan ukiran di dinding tempat wisata ini. Disampaikan dalam keterangannya, ukiran naga itu dibuat dengan filosofi agar menjadi daya tarik pengunjung.
Diukir di sisi tebing kecil, ukiran ini didesain langsung oleh sang pemahat dengan nama akun @grabalizart_antok. Desain ini merupakan perpaduan dari ukiran naga di Bali dan Yogyakarta.
Menurut falsafah Jawa, naga memilik arti sebagai sang penjaga. Secara simbolis juga, Tebing Breksi berada di bawah kawasan Candi Ijo. Bagian candi utama memiliki Lingga Yoni (arca perempuan) berbentuk naga.
Desain ukiran tebing ini juga disesuaikan dengan Candi Ijo. Begitu juga dengan letaknya, yang berada di bawah Candi dan menghadap ke arah timur.
Dibuat pada tahun 2016, proses pembuatan ukiran ini memakan waktu hingga tiga bulan. Sebab, selain menyelesaikan ukiran naga, si pemahat juga mengerjakan ukiran huruf Tebing Breksi.
"Dibalik Ukiran Naga Terdapat Filosofi yang Perlu #SedulurBreksi Ketahui," tulis akun @tebingbreksi_official dalam keterangannya Kamis (3/9/2020).
Sejak diunggah, foto tersebut sudah disukai lebih dari 200 orang.
Serta ada 22 komentar yang ditinggalkan warganet. Mereka mengaku sangat tertarik dengan filososfi dan ukiran naga yang dipamerkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
Jennifer Coppen dan Justin Hubner mengumumkan rencana pernikahan di Bali pada Juni 2026 dengan tiga konsep adat berbeda.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.