Santri Pesantren Raudhatul Jannah Juara III Kejurnas Taekwondo Virtual

Lathifah Azka al Muffaqah, santri PPPA Raudhatul Jannah. - Istimewa
07 September 2020 16:47 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Lathifah Azka al Muffaqah, santri PPPA Raudhatul Jannah, utara Pantai Kuwaru Bantul mendapat juara III nomor Poosae dalam Kejuaraan Nasional Taewondo Virtual yang digelar 22-23 Agustus.

Lathifah dilatuh Sabeum Much. Tarom Gerry Dan 7 sebagai pelatih utama yang dibantu oleh Sabeum Heru Dan 7 yang secara rutin dan telaten melatih semua santri penghafal Al-Qur’an di Rauhatul Jannah.

Juara I diraih Lidia Okta Syafitri dari Dojang Imoogi Taekwondo Jakarta, juara II Maryela squalla dari Dojang Waskita Dennteldam , Makasar, dan juara III Latifah Azka al Muwaffaqah binti Karwanto dari Dojang Raudhatul Jannah, Bantul.

Selain Prestasi dalam Bela diri, santri di masa pandemi ini belajar dengan daring terus istiqomah dalam menghafal Al Qur’an. Pengasuh PPPA  Raudhatul Jannah mendampingi santri sepuh agar bisa membaca  Al Qur'an.   Jumlah santri 65 orang, yang terdiri dari santri anak usia di bawah 13 tahun juga santri mahasiswa yang pernah mondok di Gontor kuliah sambil menghafal Al Qur’an di Raudhatul Jannah.

Prestasi menghafal Al-Qur'an ada yang umurnya baru empat tahun, Nabilla, hafal 2 Juz, Isma  Muhamad Ihsan 6,5 tahun hafal 10 juz, dan  pernah juara II se DIY . Ada juga yang masih baru 1 Juz, 2 Juz,14 juz,16 Juz.

Selain kegitan utama menghafal al-Qur’an, Berikut adalah program pendidikan di Pesantren dan juga pendidikan Formal di luar Pesantren:

  1. Tahfidzul Qur’an

Pondok Pesantren Penghafal Al Qur’an (PPPA) Raudhatul Jannah memiliki program utama untuk terus menjaga komitmennya mengajarkan membaca Al-qur’an bagi masyarakat.

2.Tahsin Dan Tartil

PPPA mengajarkan untuk membaguskan bacaan Al Qur’an atau dengan kata lain membaca Al Qur’an dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu tajwid.

3.Tafsir Dan Terjemah Dasar

Belajar terjemahan dasar Al Quran dan belajar ilmu tafsir untuk mempelajari isi kandungan Al Quran

4.Pendidikan Sekolah Formal

Mengikutkan Santri belajar disekolah formal di sekolah terdekat dengan Pesantren.

5.Program Umum

Program baca Al -Qur’an untuk umum, orang “Dewasa” dari tidak bisa menjadi  bisa baca, 5 jam saja.

6.Unit Usaha PPPA Raudatul Jannah

PPPA Raudatul Jannah di samping fokus dalam hafalan Al Qur’an, santri juga dibekali jiwa entrepreneur dengan berbagai unit usaha dengan menjual madu klanceng dan madu NTT.

Selain kegiatan seperti yang telah dijelaskan di atas, santri juga dibekali jiwa entrepreneur dengan berbagai unit usaha, seperti membuat panah beserta busurnya, packaging madu, bekerja sama dengan tim dakwah menerima Madu Murni dari hutan  NTT dikemas kemudian dipasarkan di DIY dan sekitarnya, sejumlah kegiatan juga diadakan di PPPA Raudhatul Jannah diantaranya, Bercocok tanam; Sayuran, rempah-rempah juga buah-buahan, Beladiri Pencak Silat Merpati Putih, juga memanah.

PPPA Raudhatul Jannah memberikan kesempatan kapada santri untuk bercocok tanam untuk menumbuhkan jiwa santri berwirausaha, lewat ternak ayam, kambing juga sapi. Sejak PPPA didirikan tahun 2014 oleh pasangan Sidiq Pramana Widagda  dengan Lina Aryati, ponpes tersebut punya visi membentuk generasi Qurani sejak usia dini. Selain itu, dalam membentuk generasi mahir membaca Al-Qu'ran, harus dilakukan pembinaan sejak dini. Pesantren mempersiapkan kader penghafal Al-Qur'an supaya bisa menjadi imam dan meneruskan estafet perjuangan Rasulullah. Sementara untuk program pesantren d iantaranya, Tahfidzul Qur'an, Tahsin dan Tartil, Tafsir dan terjemah dasar hingga kewirausahaan.