Total 5 Pembeli Soto Lamongan Positif Corona, 2 di Antaranya Pegawai Pemkot Jogja

Ilustrasi. - Freepik
08 September 2020 20:47 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kabar buruk kembali datang dari Klaster Soto Lamongan. Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi pada Selasa (8/9/2020) menyebutkan terjadi penambahan kasus dari kalangan pembeli soto.

Empat pembeli soto pada Selasa dinyatakan positif Covid-19, sebelumnya sudah ada satu yang terinfeksi. "Jadi dari 15 pembeli yang di swab, lima diantaranya adalah positif, dan 10 negatif," terangnya. Tambahan ini membuat jumlah total pasien Covid-19 dari klaster Soto Lamongan makin membengkak hingga mencapai 20 orang. Dari tambahan pembeli yang positif, dua diantaranya pegawai Pemkot Jogja.

Ada fakta cukup mengejutkan di lapangan. Dijelaskan Heroe diantara pembeli yang positif, ada warga yang membeli soto namun dibungkus dan dimakan di rumah, namun terpapar Covid-19. Sementara empat pembeli lain memang menyantap soto di tempat.

Fakta ini memperkuat bagaimana penularan bisa terjadi melalui sentuhan benda-benda. "Jadi penukaran bisa terjadi dari benda-benda yang bisa saling disentuh, baik dari piring, mangkok dan gelas, bahkan plastik pembungkus soto yang dimakan di rumah," tegas Heroe. Adanya fakta ini membuat Heroe menegaskan kembali bahwa protokol Covid-19 di rumah makan, warung resto dan kafe juga harus memperhatikan peralatan yang berpotensi saling disentuh saya bergantian.

Belum selesai Tracing dari beberapa kasus sebelumnya, kasus baru muncul dari Kotabaru. "Semula dari seorang lelaki dan kemudian menularkan kepada seorang Lurah dan Kasat Linmas Kelurahan," ujarnya.

Akibat kasus Kotabaru dan Klaster Soto Lamongan, ada dua ASN dan dua tenaga teknis Pemkot Jogja terpapar Covid-19. "Dua karena kasus Kotabaru dan dua dari pembeli soto Lamongan, sedangkan enam pembeli soro Lamongan dari ASN, hasil swabnya negatif," ujar Heroe.