Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY memberikan pernyataan terkait adanya kasus positif Corona yang sudah masuk ke perkantoran. Terakhir dilaporkan kasus positif Covid-19 menyebabkan sejumlah kantor BNI di Jogja ditutup sementara.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengimbau pimpinan unit kerja agar memberi fasilitas yang cukup pada pegawainya untuk menegakkan protokol Kesehatan. Menurutnya, penularan di perkanntoran lebih dimungkinkan terjadi di pelayanan publik.
Disamping itu, perkantoran kata dia, sebaiknya juga melakukan skrining mandiri untuk para pegawainya secara rutin. “Satu bulan atau dua bulan, saya kira lebih baik. Karena mereka berinteraksi dengan orang lain, tingkat bahayanya lebih tinggi,” ungkapnya, Jumat (11/9/2020).
BACA JUGA: Hampir 50 Warga DIY Meninggal Dunia karena Corona
Kendati demikian ia belum mengimbau perkantoran untuk kembali work from home karena menurutnya perkantoran khususnya di lingkungan Pemda DIY masih memungkinkan untuk menerapkan protokol Kesehatan.
Sebelumnya sejumlah pegawai salah satu Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Jogja juga dilaporkan terinfeksi Corona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Indonesia dan India menyepakati restorasi Candi Prambanan serta konservasi situs UNESCO sebagai penguatan diplomasi budaya kedua negara.
Rumor iPhone lipat Apple 2026 disebut tertunda akibat masalah engsel. Caviar lebih dulu memperkenalkan iPhone Fold edisi mewah.
KAI Bandara mencatat 1,34 juta penumpang di DIY selama Semester I 2026. Penumpang KA Bandara YIA Reguler naik 5,05 persen.
Pemilik McLaren yang terbelah di Sukoharjo, YouTuber Andra, mengklarifikasi penyebab kecelakaan dan membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.