Warga Binaan BPRSW DIY Jalani Tes Cepat, Ini Hasilnya

BPRSW DIY laksanakan rapid test kepada 152 penghuni balai yang terdiri dari pegawai, warga binaan, serta instruktur pelatihan pada Kamis (10/9/2020). Ist - Dok. BPRSW DIY.
11 September 2020 07:47 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, GODEAN--Guna memastikan seluruh pegawai dan warga binaan aman dari penularan Covid-19, Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) DIY menggelar tes cepat di Kompleks BPRSW DIY, Cokrobedog, Godean, Sleman, pada Kamis (10/9/2020). Seluruh peserta tes dinyatakan non reaktif.

Kepala BPRSW DIY, Retno Basundari menuturkan pelaksanaan tes cepat atau rapid diagnostic test (RDT) dilaksanakan atas arahan Dinas Sosial DIY. Sebagai salah satu balai yang di bawah struktur jawatan tersebut, BPRSW DIY menyelenggarakan tes bagi 152 peserta yang terdiri dari warga binaan, pekerja sosial, pramusosial, satpam, petugas kebersihan, hingga instruktur pelatihan warga binaan.

BACA JUGA : Kemenkes Cabut Aturan Rapid Test untuk Perjalanan, Cukup

"Di sini ada 76 warga binaan. Kami rapid semua warga binaan, termasuk anak-anak warga binaan yang tinggal di balai, karena beberapa dari mereka dititipkan ke pengasuh saat ibunya mengikuti keterampilan di balai. Supaya aman, semua kita tes," ujar Riri, sapaan akrabnya.

Ia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DIY dalam pelaksanaan tes ini. Setelah tes cepat dilakukan mulai Kamis pagi hingga siang hari, hasil langsung diketahui. "Sempat ada rasa was-was, tapi rapid harus dilakukan. Hasil seluruhnya non reaktif," ungkapnya.

Kendati demikian, untuk memastikan seluruh penghuni BPRSW DIY benar-benar aman dari Covid-19, RDT tahap kedua akan dilakukan kembali kepada seluruh penghuni balai pada 18 September mendatang. Harapannya, hasil non reaktif kembali didapat.

BACA JUGA : Seberapa Akurat Rapid Test Mendeteksi Virus Corona? 

Selama beberapa waktu menuju pelaksaan rapid test kedua tersebut, Riri terus mengimbau seluruh penghuni di BPRSW DIY untuk menaati protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan, serta rajin mencuci tangan. Ia menegaskan kalangan pegawai dan instruktur harus lebih taat mematuhi aturan ini lantaran sering beraktivitas keluar-masuk balai, sementara bagi warga binaan selama ini hanya beraktivitas di balai karena ada larangan keluar balai.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial BPRSW DIY Suryatmiati menambahkan selama pandemi ini melanda sejak Maret lalu, aktivitas warga binaan terfokus pada pelatihan keterampilan seperti olah pangan, tata rias, menjahit, dan sebagainya. Namun, mereka tak bisa pulang ke rumah dan dikunjungi kerabat seperti biasanya.

"Kunjungan bisa tapi kami batasi harus sesuai kesepakatan dengan pekerja sosial, sebab untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19," katanya.

Jika tahun lalu warga binaan bisa mengikuti magang dan sertifikasi atas keterampilan mereka, maka niat mereka untuk mengikutinya tahun ini harus ditunda karena pandemi. Untuk membuat warga binaan tak larut dalam kesedihan akan masalahnya, maka kelas keterampilan tetap digelar seperti biasa.