PSBB DKI Tak Berdampak pada Kenaikan Penumpang Kereta Api Tujuan Jogja

Suasana Stasiun Lempuyangan, Sabtu (12/9/2020). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo.
14 September 2020 09:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Rencana Pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) total, belum berdampak pada lonjakan penumpang atau arus mudik di stasiun.

Berdasarkan pantauan di Stasiun Lempuyangan, Sabtu sore (12/9/2020) terdapat kereta Bengawan, yang memiliki jalur dari Pasar Senen, Jakarta dan berhenti di Jogja dan Solo belum begitu ramai penumpang.

BACA JUGA : Jakarta Kembali PSBB, Sultan Jogja Khawatir Pemudik 

Salah satu sopir yang sehari-hari bekerja di Kawasan Stasiun Lempuyangan, Yantika mengatakan belum ada lonjakan penumpang secara signifikan sejak adanya rencana PSBB DKI Jakarta yang diberlakukan Senin (14/9/2020). “Belum ada saya rasa peningkatan penumpang setelah rencana PSBB. Liburan-liburan kemarin itu yang malah ramai,” ucapnya, Sabtu (12/9/2020).

Kepala Stasiun Lempuyangan, Toni Haryanto mengatakan pada Sabtu (12/9/2020) jumlah penumpang yang turun di Lempuyangan ada 279 penumpang. “Nampaknya belum ada peningkatan signifikan, jumlah tersebut masih normal di tengah pandemi Covid-19 ini kisaran 250-350 penumpang,” ucap Toni.

BACA JUGA : Jakarta PSBB, Gunungkidul Tak Alami Lonjakan Pemudik

Dia mengatakan hingga saat ini belum ada informasi penghentian perjalanan kereta api dari Jakarta setelah Senin (14/9/2020) atau setelah berlaku PSBB. Pelayanan perjalanan akan tetap diberikan dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19, termasuk dengan penyediaan rapid test.

Manager Humas PT KAI Daop 6, Eko Budiyanto juga menyatakan belum adanya lonjakan penumpang termasuk di Stasiun Tugu. “Stasiun Tugu lebih sepi, karena disana untuk eksekutif, komersil disini ada Kereta Api PSO [Public Service Obligation] harganya lebih murah, sehingga diminati masyarakat,” ucapnya.