Jakarta PSBB, Gunungkidul Tak Alami Lonjakan Pemudik

Ilustrasi - Istimewa
13 September 2020 15:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kebijakan Pemerintah DKI menerapkan PSBB mulai Senin (14/9/2020) besok belum berdampak signifikan terhadap lonjakan pemudik di Gunungkidul.

Direktur Operasional PO Maju Lancar, Adi Prasetyo, mengatakan selama dua hari pada Sabtu dan Minggu terdapat lonjakan penumpang sekitar 20% dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski demikian, data bersifat umum karena kenaikan berdasarkan keberangakatan dari Jakarta. “Memang 60% dari penumpang tujuan dari Gunungkidul, tapi ada juga yang turun di Magelang, Terminal Jombor, Wates hingga Giawangan. Jadi, kalau yang Gunungkidul secara khusus, harus melakukan rincian lagi,” kata Adi kepada Harianjogja.com, Minggu (13/9/2020).

BACA JUGA: November, 130 Lokasi Padat Karya di Bantul Mulai Digarap

Meski demikian, namun ada penambahan operasional armada. Di PO Maju Lancar ada 16 bus antar kota antar provinsi (AKAP) menuju Jakarta dan sekitarnya. Selama pandemi Covid-19, setiap harinya hanya empat sampai enam armada yang pulang pergi ke Gunungkidul. “Sejak adanya pengumuman PSBB, hanya penumpangnya yang ada tambahan, tapi untuk armada masih sama. Maksimal enam bus setiap harinya yang beroperasi dan belum ada rencana penambahan,” ungkapnya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Karyawan Operasional Armada PO Rosalia Indah Semin, Priyono Dani Prakoso. Menurut dia, belum ada peningkatan signifikan. Hal ini terlihat dari armada bus yang diberangkatkan atau pulang menuju garasi di Semin.

“Kami punya 13 armada, tapi yang beroperasi hanya sembilan dan belum ada rencana penambahan armada,” katanya.