Ini Data Terbaru Ketersediaan Kamar Isolasi Pasien Covid-19 di Kota Jogja

Foto ilustrasi. - Reuters
14 September 2020 20:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kapasitas kamar isoalsi Covid-19 di Kota Jogja saat ini masih tersedia mencapai 50 persen. Kondisi serupa juga terjadi di ruang ICU Covid-19 yang masih tersisa separuh kapasitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyampaikan bahwa saat ini total kamar isolasi yang dimiliki Kota Jogja mencapai 133 ruang. Jumlah tersebut disumbang dari enam rumah sakit pemerintah maupun swasta. Adapun enam rumah sakit tersebut meliputi RSUD Kota Jogjakarta, RS Dr. Soetarto, RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta, RSU Panti Rapih, RS Bethesda, RS Pratama Jogjakarta, dan RS Siloam Jogjakarta.

Berdasarkan data laporan yang pukul 12.00 WIB Minggu (13/9/2020) jumlah pasien yang dirawat di kamar isolasi mencapai 64 orang atau setara dengan 48 persen dari kapasitas maksimal. Satu rumah sakit yang telah penuh yakni RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta yang terisi penuh 100 persen dari kapasitas kamar yang dimiliki. Sementara itu tiga rumah sakit lainnua yakni RS Siloam Jogjakarta, RS Bethesda, dan RSUD Jogja baru terisi pasien dibawah 50 persen kapasitas. Sedangkan tiga rumah sakit lainnya yakni RS Dr. Soetarto, RSU Panti Rapih, dan RS Pratama Jogjakarta sudah terisi pasien di atas 50 persen dari kapasitas.

Emma menerangkan, selain kamar isolasi, Kota Jogja memiliki 13 ruang ICU ya tersebar di berbagai rumah sakit rujukan Covid-19. Mayoritas kepemilikan ruang ICU untuk pasien Covid-19 di setiap rumah sakit terbilang rendah. Paling banyak satu rumah sakit memiliki empat ruang ICU untuk pasien Covid-19, bahkan ada rumah sakit rujukan yang tidak memiliki ruang ICU.

Berdasarkan catatan Emma pada Minggu (14/9/2020) hingga pukul 12.00 WIB, empat ruang ICU telah terisi atau setara dengan 28,5 persen dari kapasitas maksimal. Praktis ruang ICU untuk pasien Covid-19 yang tersisa tinggal sembilan ruangan. Emma menegaskan bahwa dari semua ruangan yang terisi baik kamar isolasi maupun ruang ICU bagi pasien Covid-19 di isi warga Kota Jogja. "Belum ada rujukan Covid-19 dari luar [daerah]," jelasnya.

Dari data-data di atas kapasitas ruang bagi penderita Covid-19 di Kota Jogja masih tergolong aman. Dari jumlah kapasitas yang ada, baru separuh yang terisi. Meski demikian Emma menjelaskan bila kapasitas kamar terpenuhi pihaknya akan melihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di kabupaten terdekat. "Apabila di Kota Jogjakarta penuh, kita kihat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit Kabupaten terdekat," tegasnya.