Sultan Bolehkan Kuliah Luring, Ini Respons UGM dan UNY

Ilustrasi. - Freepik
15 September 2020 20:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.cm, SLEMAN - Terkait pernyataan Gubernur DIY Sri Sultan HB X yang memperbolehkan kampus di DIY untuk membuka kuliah tatap muka, sejumlah kampus memberi tanggapan.

Di Universitas Gadjah Mada (UGM), pelaksanaan kuliah dipastikan masih secara daring untuk beberapa waktu ke depan. Namun, kampus ini sudah membuka peluang dilakukannya kelas tatap muka secara terbatas.

"Terrkait perkuliahan atau penelitian UGM, sudah dibuat kebijakan yang disebut Gradual Repopulation Mahasiswa. Artinya, mahasiawa secara bertahap diizinkan ke kampus sejak awal Juni 2020," kata Djagal ketika dihubungi Harianjogja.com pada Selasa (15/9/2020).

BACA JUGA: Air Limbah Masuk Permukiman, Warga Blokade TPST Piyungan

Sejak Juni, mahasiswa yang diizinkan masuk kampus adalah kalangan mahasiswa yang menjalani tugas akhir dan praktikum. Kemudian, awal September, mahasiswa program profesi diizinkan kuliah daring secara terbatas.

Djagal menambahkan UGM sudah mengonsep perkuliahan semester ini terbagi menjadi dua, yaitu awal September hingga awal November dilakukan secara daring, baru kuliah tatap muka rencananya dilakukan awal November hingga pertengahan Desember.

"Itupun melihat situasi yang berkembang di lapangan," imbuhnya.

Sementara itu, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memastikan masih akan menerapkan kuliah daring hingga waktu yang belum ditentukan. Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (Karo AKK) UNY, Setyo Budi Takarina mengatakan pihaknya juga menunggu kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) terkait hal ini.

"Sebagai warga DIY tentu akan mengikuti kebijakan dari Gubernur, nun PTN juga berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Dirjen Dikti. Jadi untuk pelaksanaan pembelajaran luring tentu seizin Dirjen Dikti," kata Budi.

Terlebih, menurutnya kampus juga harus memperhatikan perkembangan penyembaran Covid-19 secara nasional maupun DIY. "Apalagi mahasiswa UNY dari seluruh wilayah tanah air," imbuhnya.