Rektorat UNY Lakukan Dekontaminasi dan Terapkan WFH 3 Hari Gara-Gara Istri Pegawai Diduga Terpapar Covid-19

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
16 September 2020 00:17 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Tim Corona Crisis Center UNY melakukan dekontaminasi terhadap gedung ini dan menginstruksikan pegawainya untuk bekerja dari rumah atau Work from Home selama tiga hari mulai Selasa (15/9/2020).

Koordinator Tim Corona Crisis Center UNY, Setyo Budi Takarina mengungkapkan ada salah seorang pegawai di Rektorat UNY yang istrinya terindikasi Covid-19. Saat ini, pegawai tersebut telah menjalani tes usap dan hasilnya belum keluar.

Baca juga: Satu Lagi Positif, Total Sudah 11 Pedagang Malioboro Terinfeksi Corona

"Maka sambil menunggu hasilnya, kami jaga-jaga dengan penyemprotan di kantor dan meminta pegawai lainnya untuk Work from Home," kata Budi saat dihubungi wartawan pada Selasa.

Kebijakan tersebut menurutnya didasarkan pada Surat Edaran Rektor UNY bernomor B/10212/UN34/OT.01/2020, yang di dalamnya tertulis bahwa para pegawai baik di bagian BUPK, BAKK, Bidang Akademik dan Keuangan, Bidang Umum, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta Bidang Perencanaan dan Kerjasama diinstruksikan untuk melakukan kerja dari rumah selama 3 hari.

Sementara ini, pihaknya belum melakukan tracing kontak ke pegawai lain di Rektorat UNY lantaran hasil swab dari pegawai yang istrinya terindikasi Covid-19 itu belum keluar.

Baca juga: Sultan Bolehkan Kuliah Daring, Ini Respons UGM dan UNY

Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama UNY ini memastikan pelayanan tetap diupayakan berjalan semaksimal mungkin meskipun pegawai bekerja dari rumah. "Kalau layanan nggak berhenti, selama bisa daring ya kami tetap layani. Memang kantornya biar steril dulu saja," tegasnya.

Selain itu, ia juga menyebut jika sterilisasi ini merupakan langkah yang tepat setelah beberapa waktu terakhir lingkungan Rektorat UNY didatangi mahasiswa dari berbagai wilayah di DIY dan sekitarnya untuk mengembalikan toga wisuda. Kepada sejumlah staf yang berkontak dengan mahasiswa sudah dilakukan rapid test dan ruangan juga didisinfeksi.

"Kami memang sering adakah kegiatan, sehingga kami juga sudah lakukan rapid ke staf. Ini upaya antisipasi saja," kata Budi.