Calon Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Dorong Inovasi Industri Bambu Sleman

Ketua Dekranasda Sleman, Kustini Sri Purnomo (dua kanan), saat menyambangi Sentra Industri Kerajinan Bambu Sendari di Dusun Sendari, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman pada Rabu (16/9/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
16 September 2020 17:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo mendukung industri bambu di Sleman terus berinovasi dan berkolaborasi dengan produk lain untuk menarik minat pasar.

Hal itu dia ungkapkan saat menyambangi Sentra Kerajinan Bambu Sendari di Dusun Sendari, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Rabu (16/9/2020). Di sana, ia bertemu dengan belasan pelaku usaha di sentra tersebut dan mendengar aspirasi mereka.

Ia mengapresiasi para pengrajin dan pelaku usaha yang sudah berani melakukan kolaborasi bambu dengan produk lain menjadi suatu kerajinan. Sebab, inovasi menurutnya menjadi kunci bagi industri kecil menengah (IKM) untuk berkembang.

"Di sini sudah bagus ya, pelaku usaha sudah inovasi dengan bambu dan produk sapu lidi dijadikan lampu hias untuk digantung di kafe-kafe. Dengan inovasi ini bisa menambah kesejahteraan perajin," kata dia.

Kustini juga menampung sejumlah aspirasi dari perajin dan pelaku usaha di sana. Mereka khawatir jika usaha yang telah berkembang puluhan tahun itu tidak diteruskan.

"Sempat ada kekhawatiran tidak ada penerus. Namun, sentra ini perlu generasi yang punya niat dan minat untuk meneruskan. Dekranasda akan memfasilitasi pelatihan dan pembinaan supaya tetap eksis," ujarnya.

Ketua Sentra Kerajinan Bambu Sendari, Paidi, mengatakan di sentra tersebut ada 21 pelaku usaha dengan 73 perajin warga Sendari. Sentra yang sudah berdiri sejak tahun 1950 itu bermula dari perajin yang kini menjadi pengusaha.

"Pelaku usaha di sini dulunya perajin, setelah belajar dan mengerti seluk-beluk konsumen akhirnya meningkat jadi pengusaha. Kami mengerti apa yang diharapkan konsumen karena kami berasal dari perajin, tidak langsung asal pengusaha," ujar Paidi.

Ia memahami ada kekhawatiran usaha di sentra bambu itu tidak ada penerus. Namun, ia terus mengedukasi pelaku usaha di sana untuk bisa melakukan regenerasi. Sebab, menurutnya melanjutkan usaha keluarga terbilang mudah.

"Soal regenerasi ini hanya celah waktu. Saya sarankan ke semua perajin dan pelaku usaha untuk mengingat bahwa sentra usaha ini perlu terus dilanjutkan," kata dia.