Pria yang Dimutilasi di Kalibata City Lulusan Fakultas Ilmu Budaya UGM

Logo UGM. - JIBI
17 September 2020 21:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pria yang menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City Jakarta Selatan belakanga diketahui warga Sleman. Korban juga merupakan lulusan UGM.

Sejumlah karangan bunga berdiri berjejer di depan pintu gang masuk ke rumah keluarga Rinaldi Harley Wismanu Rahardja di Nologaten, Caturtunggal, Depok, Kamis (17/9/2020). Warga dan sanak keluarga terlihat sibuk menyiapkan tempat untuk tamu yang datang.

Rumah tinggal keluarga Harley cukup sederhana. Rumah bercat putih itu berdiri berdekatan dengan rumah sanak-saudara lainnya. "Sejak kemarin sudah banyak yang datang (layat), hilir mudik," kata Atin, salah seorang paman Harley, korban mutilasi di Apartemen Kalibata City.

Atin bercerita jika ayah mendiang Harley, Toto Rahardja pergi ke Jakarta sejak Rabu (16/9/2020) kemarin untuk menjalani tes DNA. Toto juga menemui anak keduanya, Muhammad Arief Alfian Firdaus Rahardja yang selama ini bekerja di Bandung.

Saat ini, keluarga masih menunggu hasil tes DNA tersebut meskipun dari hasil pemeriksaan dan pemberitaan media jasad yang dimutilasi tersebut dinyatakan sebagai Harley. Sampai sore ini belum ada kabar kapan jenazah akan dibawa ke Jogja. "Ibunya Harley (Lisa Rahardja) sampai saat ini masih syok, terpukul dengan kejadian ini. Saat ini masih istirahat," kata Atin.

Harley, cerita Atin merupakan putera pertama pasangan Toto dan Lisa. Harley merupakan anak tertua. Ia memiliki tiga adik. Selain Arief, adik Harley lainnya Aldila Maulana Rahardja bekerja di Palembang dan si bungsu, Romenia Alita Rahardja selama ini tinggal di Jogja. "Arief yang melaporkan kakaknya tidak ada kabar (hilang kontak) sejak 9 September lalu," katanya.

Atin sendiri mengenal sosok keponakannya itu sebagai pria yang baik. Harley juga suka membantu dan perhatian dengan keluarga. "Pelakunya dari pemberitaan sudah tertangkap. Ya kami berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya," kata Atin.

Sepupu Harley, Dany mengatakan sosok Harley sebagai orang yang dermawan, bertanggungjawab dan menjadi tulang punggung keluarga. Termasuk membantu biaya pendidikan adik-adiknya. Hal ini tidak terlepas dari karir Harley yang cukup cemerlang. "Istilah jawanya Harley ini sangat lomo. Sama kekuarga, ponakannya. Kalau balik ke sini pasti ngajak jalan-jalan semuanya," kata Dany.

Sejak kecil, katanya, Harley memang suka dengan sejarah dan budaya Jepang. Pokoknya dari kecil, kata Deny, Harley sangat menyukai hal-hal yang berbau Jepang. Iapun menggeluti sastra Jepang di FIB UGM, S2 di Tokyo University di Jepang hingga kerja di perusahaan Jepang sebagai manager HRD.

"Sejak di Jepang, Harley sudah bekerja di perusahaan ini, di sektor konstruksi. Tapi sejak kecil dia sudah suka dengan hal-hal yang berbau Jepang terutama yang animasi itu," ujar Deny.

Kabag Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengakui jika Harley merupakan alumni FIB UGM tahun 2006. UGM, katanya turut meminta kepada kepolisian agar pelaku pembunuhan Harley mendapatkan hukuman setimpal. "Kami keluarga besar UGM turut berduka cita. Kami kaget, sedih semua berduka atas apa yang telah terjadi kepada korban," kata Iva