Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Seorang warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Budi Santoso, sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya. Ia memanfaatkan lahan sempit depan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman dan memelihara ikan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam, terlebih di masa Coronavirus Disease atau Covid-19 yang mengharuskan untuk selalu di rumah. Bahkan hasil bercocok tanam bisa bernilai ekonomis.
Hal itu yang dilakukan Budi Santoso. Warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul ini manfaatkan luas lahan sekitar 8 x 8 meter di depan rumahnya untuk mengembangkan pertanian dan perikanan. Beragam jenis tanaman yang ditanam seperti kembang kol, kubis, cabai, tomat, dan nanas.
BACA JUGA : Manfaatkan Lahan Sempit dengan Bertanam Secara Hidroponik
Kekurangan lahan dimanfaatkan untuk menanam dengan sistem tanaman vertikal sehingga satu meter bisa ditanami banyak tanaman bertumpuk ke atas. Bahan pot yang digunakan juga menggunakan barang bekas. Selain itu Budi menggunakan sistem kapiler, yakni setiap pot diberi sumbu penyimpan air dan nutrisi.
"Dengan sistem kapiler kalau lupa menyiram sampai sepekan tidak masalah karena tetap menyimpan air dan nutrisi. Kalau kelebihan air juga otomatis membuang sendiri," kata Budi.
Ia mengaku mengembangkan tanaman dengan sistem vertikal dan kapiler itu dilakukan sejak empat bulan lalu.
BACA JUGA : FOTO PERTANIAN JOGJA : Mari Bercocok Tanam di Lahan
Menurut dia, dengan bercocok tanam di rumah dapat mengisi waktu kosong terutama saat harus bekerja dari rumah. "Hasilnya juga bisa dijual," katanya.
Selain itu ia juga memelhara ikan lele dan gurame yang limbahnya dapat menyuburkan tanaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dad jokes ternyata bermanfaat untuk kesehatan otak. Tertawa bisa menurunkan stres dan meningkatkan hormon bahagia.
Hingga periode Januari–Juli 2026, produksi padi Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG) atau sekitar 63,43 persen dari target
Sony Sonjaya ajukan justice collaborator ke LPSK dalam kasus korupsi MBG setelah sebelumnya ditolak Kejagung.
Mazda 6e versi setir kanan mulai muncul jelang peluncuran global Juli 2026. Siap masuk Indonesia dengan jarak tempuh hingga 560 km.
Dinas Dukcapil Kabupaten Gunungkidul telah mempublikasikan Buku Data Agregat Kependudukan Kabupaten Gunungkidul Semester II Tahun 2025.