Bercocok Tanam di Lahan Sempit Bisa Jadi Pekerjaan Sampingan di Tengah Pandemi

Seorang warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Budi Santoso, sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya. Ia memanfaatkan lahan sempit depan rumah untuk menanam berbagai jenis tanaman dan memelihara ikan terutama di masa pandemi Covid-19 ini. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin.
23 September 2020 08:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Lahan sempit bukan halangan untuk bercocok tanam, terlebih di masa Coronavirus Disease atau Covid-19 yang mengharuskan untuk selalu di rumah.  Bahkan hasil bercocok tanam bisa bernilai ekonomis.

Hal itu yang dilakukan Budi Santoso. Warga Dusun Grujugan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul ini manfaatkan luas lahan sekitar 8 x 8 meter di depan rumahnya untuk mengembangkan pertanian dan perikanan.  Beragam jenis tanaman yang ditanam seperti kembang kol, kubis, cabai,  tomat,  dan nanas.

BACA JUGA : Manfaatkan Lahan Sempit dengan Bertanam Secara Hidroponik

Kekurangan lahan dimanfaatkan untuk menanam dengan sistem tanaman vertikal sehingga satu meter bisa ditanami banyak tanaman bertumpuk ke atas.  Bahan pot yang digunakan juga menggunakan barang bekas.  Selain itu Budi menggunakan sistem kapiler, yakni setiap pot diberi sumbu penyimpan air dan nutrisi.

"Dengan sistem kapiler kalau lupa menyiram sampai sepekan tidak masalah karena tetap menyimpan air dan nutrisi.  Kalau kelebihan air juga otomatis membuang sendiri," kata Budi. 

Ia mengaku mengembangkan tanaman dengan sistem vertikal dan kapiler itu dilakukan sejak empat bulan lalu.

BACA JUGA : FOTO PERTANIAN JOGJA : Mari Bercocok Tanam di Lahan

Menurut dia, dengan bercocok tanam di rumah dapat mengisi waktu kosong terutama saat harus bekerja dari rumah.  "Hasilnya juga bisa dijual," katanya.

Selain itu ia juga memelhara ikan lele dan gurame yang limbahnya dapat menyuburkan tanaman.