Pemkot Jogja Persiapkan Shelter Khusus untuk Tenaga Kesehatan

Ilustrasi. - Freepik
26 September 2020 05:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja mematangkan kajian mengenai kebutuhan untuk menyiapkan shelter khusus bagi tenaga kesehatan karena intensitas pekerjaan dalam penanganan COVID-19 semakin tinggi.

"Kami segera menyelesaikan kajian selter untuk tenaga kesehatan. Untuk calon lokasinya sudah ada. Kami terus matangkan kajiannya," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Jumat (25/9/2020).

Pemerintah Kota Yogyakarta ingin menyediakan shelter yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan COVID-19.

"Intensitas pekerjaan semakin tinggi, kalau harus pulang ke rumahnya yang kebetulan juga jauh, maka akan semakin melelahkan. Makanya difasilitasi dengan shelter," kata Wali Kota.

Salah satu lokasi yang diproyeksikan sebagai tempat shelter untuk tenaga kesehatan ada di Kecamatan Umbulharjo. Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah kota akan terlebih dulu menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi mengenai rencana penyediaan selter.

Pemerintah Kota Yogyakarta sudah membuka shelter bagi pasien COVID-19 yang tidak mengalami gejala sakit namun kesulitan menjalankan isolasi mandiri di rumah.

"Pasien dijemput dan nanti jika sudah menjalani isolasi pun akan diantar kembali ke rumahnya. Ada aturan tegas yang harus dipatuhi agar proses isolasi berjalan baik dan tidak berisiko menularkan virus ke orang sehat di sekitarnya," kata Wali Kota.

"Dalam penanganan pun, kami tekankan pada seluruh petugas untuk mengutamakan sisi humanisnya karena menjalani isolasi di selter juga banyak tantangannya, tidak mudah. Misalnya merasa bosan," ia menambahkan.

Berdasarkan data pemerintah, pada Kamis (24/9/2020) jumlah total kasus COVID-19 aktif di Yogyakarta sebanyak 123 kasus dengan jumlah pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 224 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia akibat penyakit itu sebanyak 14 orang.

Sumber : Antara