Kesadaran Pengunjung dan Pedagang Kawasan Malioboro Perlu Ditingkatkan

Ilustrasi. - Freepik
27 September 2020 11:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Tercatat tiga orang pedagang Malioboro terpapar Covid-19, satu diantaranya bahkan meninggal dunia. Dinas Pariwisata Kota Jogja menilai Clean Health Safety Environment (CHSE) telah diterapkan di sejumlah daya tarik wisata termasuk Malioboro.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Maryustion Tonang mengatakan jika mengikuti perkembangan, kasus Covid-19 yang menimpa pedagang tidak bersumber dari Malioboro. Dia mengatakan bahwa instansi lain pun mengapresiasi implementasi manajemen kesehatan di Malioboro .

"Kami cepat menyikapi situasi Covid-19, kita buat marka jalan, Malioboro kita bagi zonasi, arah jalan kita bagi. Contoh konkret untuk destinasi yang lain," katanya ditemui pada Jumat (25/9/2020).

BACA JUGA : Pedagang di Malioboro Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi 

Secara umum daya tarik wisata seperti Malioboro menurut pandangan Tion telah menggunakan prinsip CHSE. "Komponen itu diterapkan, kita melihat Jogja sudah diterapkan, verifikasi yang kami lakukan baru baru bidang usaha, destinasi, akomodasi, dan jasa usaha makanan minuman, nanti ditambah," jelasnya.

Penambahan bidang verifikasi rencananya akan dilakukan pada berbagai rapat pertemuan. "Selama event menerapkan protokol kesehatan kita tidak mempersulit," terangnya.

Meski telah menerapkan CHSE, Tion beranggapan bahwa semua kembali kesadaran pedagang dan pengunjung. Dia berharap semua unsur mampu menjaga Malioboro dan mengikuti arahan pemerintah. Bagi pedagang yang diminta libur karena masuk kontak erat harus patuh pada arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Menurutnya sampai saat tidak ada perlawanan dari pedagang yang menolak untuk diliburkan lantaran masuk kontak erat.

BACA JUGA : Satu Lagi Positif, Total Sudah 11 Pedagang Malioboro 

"Lebih baik mundur satu langkah, daripada dipaksakan maju tetapi menjadi masalah besar,"katanya.

Kedua bidang baik kesehatan maupun ekonomi berjalan beriringan. "Prinsipnya Jogja aman dikunjungi, Jogja layak dikunjungi dengan memperhatikan dan menegakkan protokol Covid-19 dengan benar," ujarnya.