Sendratari Sang Ratu Dipentaskan di Pantai Cemara Sewu

Acara pengambilan gambar atau tapping sendratari Sang Ratu di Pantai Cemara Sewu, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Senin (28/9/2020). - Harian Jogja/Jumali\\r\\n
28 September 2020 21:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul menggelar pentas budaya berupa sendratari Sang Ratu di Pantai Cemara Sewu, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Senin (28/9/2020). Namun, berbeda dengan pentas budaya lainnya, kegiatan yang digelar oleh Dinpar Bantul bersama dengan Jogjapro Harian Jogja dalam rangka peringatan Hari Pariwisata Sedunia ini berupa tapping atau tidak disiarkan atau ditonton masyarakat secara langsung. Hal ini dilakukan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Sekretaris Dinpar Bantul, Annihayah, mengatakan, jajarannya sengaja menggelar pentas budaya secara tertutup dan baru disiarkan melalui kanal Youtube Dinpar Bantul pada 5 Oktober mendatang. Alasannya, meski di tengah suasana pandemi Covid-19, jajarannya terus berupaya memberikan semangat kepada para pelaku wisata agar pemulihan perekonomian melalui sektor pariwisata serta edukasi kepada masyarakat terkait dengan penerapan protokol di objek wisata terus dilakukan.

Ini adalah praktik acara yang berkaitan dengan pentas seni. Harapannya bisa ditiru oleh para pelaku seni lainnya, di mana di tengah pandemi Covid-19, kami tetap bisa berkegiatan dengan catatan tetap harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya, Senin.

Menurut Annihayah, kegiatan pementasan kali ini adalah kali kedua. Sebelumnya, Dinpar Bantul telah menggelar kegiatan pementasan di Gua Selarong. Di gua yang berlokasi di Dusun Kembangputihan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, para pelaku wisata mementaskan potensi kesenian lokal setempat.

Di sana [Gua Selarong] para pelaku wisata mementaskan fragmen tari kepahlawanan Pangeran Diponegoro, sedangkan di sini [Pantai Cemara Sewu] sejumlah seniman dan pelaku wisata mementaskan fragmen Sang Ratu. Fragmen ini menggambarkan saat Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul, berupaya membantu Panembahan Senopati untuk mendirikan Kerajaan Mataram," katanya.

Selain melakukan pengambilan gambar, pada kesempatan tersebut, Annihayah menyampaikan jika pentas seni di dua lokasi tersebut digelar dengan tetap berpedoman pada adaptasi kebiasaan baru sesuai yang sudah dituangkan dalam program Pranatan Anyar Plesiran Jogja. Di dalam aturan itu terdapat tata cara masyarakat untuk berkegiatan secara produktif. Tidak hanya di objek wisata, tetapi juga saat melaksanakan pentas seni, atau berada di transportasi umum, hotel dan lain sebagainya.

Untuk selanjutnya kami akan menggelar kegiatan serupa di Pantai Gua Cemara. Tentunya acara juga tetap dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Kami terus berhati-hati untuk mengumpulkan massa,” katanya.

Manajer Jogjapro, Eko Soetarmo, mengatakan pentas budaya ini rencananya akan disiarkan melalui kanal Youtube Dinpar Bantul pada 5 Oktober 2020. Adapun untuk seniman yang ambil bagian dalam pementasan kali ini adalah gabungan dari para seniman di Bantul dan ISI Yogyakarta.

Untuk cerita pementasannya seputar perjalanan pembangunan Kerajaan Mataram, di mana Panembahan Senopati sempat bertemu dengan Nyai Roro Kidul sebelum terbangunnya Kerajaan Mataram,” katanya.