Hari Ini 36 Positif, Covid-19 di DIY Kini Capai 2.643 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
30 September 2020 16:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 36 penambahan kasus positif pada Rabu (30/9/2020). Sleman mendominasi penambahan sebanyak 25 kasus. Sementara sebanyak 29 kasus dinyatakan sembuh.

Juru bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid—19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 5 kasus, Bantul 1 kasus, Kulonprogo 4 kasus, Gunungkidul 1 kasus dan Sleman 25 kasus.

Dilihat dari riwayatnya, penambahan terdiri dari tracing kasus positif 22 kasus, perjalanan luar daerah 2 kasus, periksa mandiri 3 kasus dan masih dalam penelusuran 9 kasus. “Laporan ini berdasarkan pemeriksaan pada 632 sampel dari 586 orang,” ujarnya.

Adapun kasus sembuh berdasarkan domisilinya meliputi Kota Jogja 21 kasus, Bantul 6 kasus, Kulonprogo 1 kasus dan Sleman 1 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 2.643 kasus, dengan 1.885 kasus sembuh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan, mengatakan terkait temuan kasus positif di dua pondok pesantren (ponpes) di Sleman, pihaknya telah bekerja sama dengan SInas Kesehatan Sleman untuk penanganan. “Sebagian ada yang diisolasi di Asrama Haji,” katanya.

Sementara untuk ponpes lain yang kini sudah memulai aktivitasnya, ia telah menginstruksikan untuk selalu mematuhi prootokol Kesehatan dengan 3T, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, serta tidak berkerumun.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan Pemda DIY mempersilakan ponpes untuk kembali beraktivitas, dengan catatan dilakukan secara terbatas dan protokol Kesehatan. “Kalau sekarang kebetulan ada yang sakit ya kita tangani itu, karantina terhadap mereka yang berinteraksi dekat,” katanya.

Karena harus menerapkan protokol Kesehatan, pengelola ponpes juga perlu memastikan fasilitas yang dimiliki memungkinkan untuk jaga jarak dan sebagainya. “Ini menjadi pengalaman, harus lebih hati-hati dalam melakukan pembelajaran,” ungkapnya.