1.885 Warga DIY Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
01 Oktober 2020 09:07 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 1.885 warga di DIY sembuh dari Covid-19 dari total 2.643 kasus positif Covid-19 di DIY per Rabu (30/9/2020). Angka kesembuhan di DIY tercatat 71,32%.

Berdasarkan data Pemda DIY yang diunggah di situs corona.jogjaprov.go.id jumlah angka pasien sembuh hingga Rabu (30/9/2020) tercatat sebanyak 1.885 orang. Pada Rabu tercatat pasien sembuh bertambah 29 orang dan sehari sebelumnya pada Selasa ada 59 pasien sembuh. Kemudian pasien meninggal tercatat sebanyak 67 orang.

BACA JUGA : Pasien Sembuh dari Covid-19 di DIY Lebih Banyak dari 

Dari total pasien sembuh, Kota Jogja tercatat 311 orang, Sleman 681 orang, Bantul 575 orang, Kulonprogo 101 orang dan Gunungkidul ada 204 orang pasien sembuh dari corona. Persentase kesembuhan pasien corona di DIY di angka 71,32%, masih di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 74,9% per Rabu (30/9/2020). Secara nasional angka kesembuhan pada Rabu mencatatkan rekor dengan jumlah 4.343 orang, sehingga jumlah pasien seluruh Indonesia yang sembuh mencapai 214.947 orang.

Meski angka pasien sembuh cukup tinggi, jumlah pasien positif Covid-19 di DIY pun terus merangkak naik. Berdasarkan data Pemda DIY, jumlah pasien positif yang masih dirawat ada 691 orang. Kabupaten Sleman memiliki pasien corona yang harus dirawat dengan jumlah paling banyak di DIY mencapai 446 orang. Dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY jumlah pasien dirawat berada di angka di bawah 100, terdiri atas Kota Jogja 79 pasien, Bantul 77 pasien, Kulonprogo 65 pasien dan Gunungkidul ada 19 pasien yang dalam posisi dirawat akibat Covid-19.

BACA JUGA : Update Corona DIY: 63 Positif, Pasien Sembuh Tak Kalah

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menyatakan hingga Rabu (30/9/2020) ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 masih tersisa 225 unit untuk pasien noncritical dengan tanpa ventilator. Tempat tidur noncritical ini sebenarnya tersedua 404 unit dan sudah digunakan sebanyak 179 unit.

“Per 30 September 2020 ketersediaan tempat tidur critical sebanyak 48 [unit] digunakan 30 [unit], sisanya 18 [unit],” ungkapnya Rabu (30/9/2020).