UAD Perkenalkan Konsep Computational Thinking terhadap Pembelajaran di Sekolah

Computational thingking terhadap pembelajaran di sekolah yang diperkenalkan tim dosen dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). - Istimewa
01 Oktober 2020 15:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Teknologi informasi diciptakan dengan tujuan untuk membantu kehidupan manusia untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, supaya persoalan dapat ditangani dengan lebih cepat dan praktis.

Teknologi yang telah menjadi kebutuhan ini yang kemudian juga dimanfaatkan untuk kegiatan manusia, salah satunya di bidang pendidikan. Sempat dihapusnya mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada level SD maupun SMP dari kurikulum sekolah menjadi sebuah masalah baru.

Siswa tidak mendapatkan ilmu tentang perkembangan dunia TIK serta kurang memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah tertentu secara runtut. Pada perkembangan era industri 4.0 pengetahuan tentang TIK merupakan suatu kebutuhan agar siswa dapat terus mengikuti arus perkembangan teknologi dan dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah yang lebih baik.

Keterampilan berpikir dengan cara komputer penting guna melatih anak untuk menemukan solusi dari permasalahan yang akan dihadapi sehari-hari dengan jalan sebagaimana algoritma komputer bekerja. Pada sistem pendidikan, cara berpikir komputasional adalah sebuah metode pemecahan masalah yang menjabarkan pokok dari masalah tersebut serta solusinya seperti yang logika komputer lakukan.

Guna mengenalkan konsep Computational Thinking terhadap pembelajaran di sekolah, tim dosen dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang terdiri dari Faisal Fajri Rahani, Anna Hendri Soleliza Jones, dan Dinan Yulianto bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul dan Badan Kerjasama Sekolah (BKS) Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bantul mengadakan sosialisasi mengenai cara berpikir komputer dan sosialisasi lomba Bebras 2020. Acara tersebut didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Dalam keterangan tertulis kepada Harian Jogja, UAD menyebut sosialisasi dibagi menjadi beberapa tahap, pada tahap pertama dilakukan secara regional oleh beberapa Biro Bebras DIY Jateng. UAD menjadi host pada acara tersebut. Acara tersebut dilakasanakan secara daring pada tanggal 18 Juli 2020. Kegiatan berikutnya dilakukan dalam lingkungan BKS SD/MI Muhammadiyah Bantul secara regional yang dilaksanakan secara daring pada 19 September 2020. Kegiatan ini diikuti oleh guru pada lingkungan BKS SD/MI Bantul. Kedua kegiatan tersebut akan diteruskan dengan kegiatan kompetisi Bebras yang akan dilaksanakan secara nasional pada awal November 2020.

Pada tahap awal, peserta mendapatkan materi mengenai rangkaian kegiatan Bebras yang dilaksanakan secara nasional. Materi tersebut disampaikan oleh pembina Bebras Indonesia. Pada tahap kedua kegiatan tersebut membahas mengenai apa itu cara berpikir komputasional dan sosialisasi lomba Bebras 2020. Pada tahapan selanjutnya akan dilaksanakan kompetisi cara berpikir komputasional yang akan dilaksanakan secara nasional. Kompetisi ini diikuti oleh siswa SD hingga SMA se-Indonesia secara daring.

Harapannya seusai kegiatan tersebut para peserta dapat memahami apa yang dimaksud dengan cara berpikir komputasional dan dapat diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar pada lingkungan sekolah SD/ MI Muhammadiyah Bantul.