Kabar Potensi Tsunami Besar Bikin Pengunjung Warung Pantai Depok Bantul Berkurang Drastis

Ilustrasi tsunami - JIBI/Reuters/Kim Kyung/Hoon
02 Oktober 2020 12:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Informasi tentang potensi gempa dan tsunami besar di pantai selatan Jawa memukul usaha kuliner. Sejumlah pengelola warung dan rumah makan di Pantai Depok, Bantul, mengaku resah dengan penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa hari terakhir.

Mereka memperkirakan informasi yang berkelanjutan mengenai potensi tsunami setinggi 20 meter di laut selatan Jawa memberi andil cukup besar bagi pengunjung yang datang.

BACA JUGA: Soal Potensi Tsunami Raksasa di Pantai Selatan, Ini Kata Pemda DIY

Pemilik warung makan boga bahari (sea food), Salsabila II, Dardi Nugroho, mengatakan penurunan jumlah pengunjung datang ke tempatnya terjadi selama dua pekan terakhir.

Sebelumnya, Dargon, panggilan akrab Dardi Nugroho, mengatakan para pegawainya melayani tamu hingga malam. Sejak dua pekan terakhir, pengunjung yang datang hanya sampai sore hari.

Dargon sudah sangat mengetahui mengenai potensi dan ancaman tsunami. Akan tetapi, dia khawatir potensi tsunami setinggi 20 meter ini membuat wisatawan takut datang ke pantai.

BACA JUGA: Ini Isi Penelitian dari ITB yang Ungkap Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa

“Kami paham dengan apa yang harus dilakukan. Sebab, materi pelatihan evakuasi dan penyelamatan diri juga sudah kami terima,” kata dia.

Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis berharap, agar pengunjung di Pantai Depok tidak terlalu khawatir karena Pemkab Bantul bersama dengan warga di sekitar pantai selatan telah menyiapkan mitigasi

“Kan ada alat deteksi gempa dan tsunami di sepanjang pantai selatan. Warga juga sudah mendapatkan pelatihan dan jalur evakuasi juga telah siap,” ucapnya.

Dalam penelitian Seismologi Institut Teknologi bandung (ITB) baru-baru ini, sepanjang pantai selatan Pulau Jawa disebut memiliki potensi tsunami dengan ketinggian 20 meter.

BACA JUGA: Dukung Kampanye Pencegahan Covid-19, Garuda Beri Masker Pada Moncong Pesawatnya

Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal, menjelaskan prediksi potensi tsunami telah muncul sejak 2019 yang disampaikan oleh peneliti tsunami, Widjo Kongko.

Ia mengatakan di Kawasan selatan Pulau Jawa memang memiliki jejak-jejak tsunami, sehingga memang berpotensi tsunami di masa depan. Prediksi itu kata dia, perlu menjadi warning kepada masyarakat untuk sadar jika saat ini kita tinggal di Kawasan rawan bencana. “Mau tidak mau harus kita sikapi, kayak Covid ini Namanya adaptasi,” katanya.

Upaya mitigasi dan pengurangan resiko bencana yang disiapkan antara lain membuat bangunan tahan gempa, tata ruang, jalur evakuasi, edukasi masyarakat, sistem peringatan dini dan lainnya. Meski belum bisa dibilang sepenuhnya siap, DIY telah mulai menyiapkan beberapa upaya tersebut.