Mas Marrel Hadiri Jathilan di Sleman, Pesan Ini Disambut Sorak Warga
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, SLEMAN- Serapan anggaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Sleman dinilai masih kecil. Untuk memaksimalkan penyerapan anggaran, Pemkab meminta agar masing-masing OPD menggenjot pelaksanaan program terutama pemulihan ekonomi masyarakat.
Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan jika Pemkab sudah melakukan evaluasi kegiatan dan program kerja masing-masing OPD. Yang masih kecil penyerapannya didorong untuk memaksimalkan anggaran. Evaluasi dilakukan di semua OPD. "Kan bisa kelihatan belanjanya berapa? Yang penyerapanannya kecil kami dorong agar program bisa segera sampai ke masyarakat," katanya, Kamis (1/10/2020).
Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Dosen di Berbah Sleman, Sita Flashdisk & Buku-Buku
Masih kecilnya penyerapan anggaran di sejumlah OPD, kata Harda, salah satunya karena adanya pandemi Covid-19. Namun hal itu bukan menjadi alasan bagi OPD untuk memaksimalkan penyerapan anggaran. "Misalnya sifatnya kegiatan fisik, ada kendalanya [pandemi Covid-19]. Hanya saja itu bukan alasan. Kalau penyerapan anggarannya masih rendah, saya tinggal potong TPP pejabatnya bukan stafnya," kata Krida.
Pemkab akan terus memonitor serapan anggaran di tiap OPD yang dinilai tidak optimal. Dia berharap agar masing-masing OPD dapat melaksanakan semua program kerja sehingga anggaran dapat terserap maksimal. "Itu sudah menjadi komitmen kami. Masalah penyerapan itu tergantung pejabatnya, bukan stafnya," ujar Harda.
Untuk kegiatan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19, Harda juga mendorong OPD terkait untuk memperbanyak kegiatan yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Dia menyontohkan, baik di Dinas Perdagangan dan Perindustrian maupun Dinas Koperasi dan UKM, akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang mendorong kebangkitan ekonomi.
"Misalnya mengikutsertakan UMKM pada kegiatan pameran virtual, pemasaran secara online dan lainnya. Termasuk juga mempermudah penyaluran bantuan permodalan bagi usaha kecil dan menengah," katanya.
Saat ini, lanjut Harda, Pemkab masih memiliki dana untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19 ini. Dana tersebut masih berada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Sleman. "Masih ada anggaran untuk bantuan permodalan sekitar Rp50 miliar lebih di DPMPPT yang bisa menjadi akses permodalan bagi UMKM," katanya.
Baca juga: Mbah Bardi: Pilih Pemimpin Jangan Coba-Coba
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman Budiharjo juga meminta agar setiap kalurahan bisa memaksimalkan penyerapan Dana Desa di Triwulan III. Seluruh kalurahan, katanya, bisa memanfaatkan dana desa untuk penanganan Covid-19.
"Kalau dilihat dari penyerapan dana desa triwulan II, beberapa desa penyerapannya memang belum maksimal, masih di bawah 60 persen. Maka pada triwulan ketiga ini, kami mendorong agar kalurahan bisa memaksimalkan serapan dana desa," kata Budi.
Dia menjelaskan Kalurahan dibolehkan memanfaatkan Dana Desa untuk penanganan Covid-19. Alokasi dana desa untuk penanganan Covid-19 tetap diawasi oleh Inspektorat. "Kalurahan bisa menggunakan dana desa misalnya, menyediakan tempat cuci tangan, program penyemprotan disinfektan dan lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mas Marrel menghadiri pentas jathilan di Hargobinangun, Sleman. Ia mengajak warga menjaga budaya Jogja agar tetap hidup dan diwariskan generasi muda.
Jadwal KRL Palur-Jogja Selasa 1 September 2026 tersedia dalam 15 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Jogja Inspira #01 hadir di Ndalem Poenokawan dengan kolaborasi musik, puisi dan sketsa, memperkuat Jogja sebagai episentrum kreativitas seni.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.