Layanan Adminduk Makin Mudah, Gunungkidul Genjot Tertib Administrasi
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sedikitnya 15 keluarga di Gunungkidul yang ikut program transmigrasi gagal berangkat di tahun ini. Pembatalan dilakukan karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.
Kepala Bidang Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul, Wahid Supriyadi, mengatakan pembatalan pemberangkatan keluarga transmigran berdasarkan surat edaran dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Harusnya berangkat di akhir tahun ini. Tapi berhubungg tidak ada program, maka batal diberangkatkan,” katanya, Senin (5/10/2020).
Menurut dia, ada 15 keluarga yang harusnya diberangkatkan, tetapi sesuai dengan edaran, pemberangtan dilakukan di 2021. Wahid menjelaskan, salah satu alasan tidak adanya program karena terjadi pandemi Covid-19. Akibat dari penyebaran wabah, anggaran transmigrasi dialihkan untuk menangani pandemi.
“Sebagai contoh dana pesangon untuk transmigran Rp5 juta per keluarga dihapus dan dialihkan untuk Covid-19,” ungkapnya.
Wahid mengakui banyak warga Gunungkidul berminat transmigrasi. Sebagai contoh, tahun ini hanya ada 15 kuota, tetapi jumlah pendaftarnya hingga 48 keluarga sehingga harus dilakukan seleksi.
“Memang banyak. Biasanya yang belum bisa berangkat akan jadi prioritas pemberangkatan di tahun berikutnya. Untuk tujuannya paling banyak ke Pulau Kalimantan dan Sulawesi,” katanya.
Sebelum pemberangkatan biasanya ada pelatihan dan pemberian bantuan alat untuk mendukung pengelolaan pertanian di lokasi transmigrasi. Selain itu, di lokasi para transmigran juga mendapatkan tempat tinggal lengkap dengan biaya untuk hidup. “Lahan yang diberikan seluas dua hektare. Satu hektare diberikan di tahun pertama dan sisanya diberikan di tahun kedua tinggal di lokasi transmigran,” katanya.
Kepala Disnakertrans Gunungkidul Purnamajaya menambahkan pandemi Covid-19 tidak hanya berpengaruh terhadap program transmigrasi. Wabah ini juga berpengaruh terhadap dunia ketenagakerjaan. Di awal adanya pandemi banyak tenaga kerja yang dirumahkan, tapi untuk sekarang sudah mulai dipekerjakan kembali. “Pengawasan terus dilakukan dan untuk mengurangi potensi penularan di lingkungan pabrik diminta menerapkan protokol kesehatan seecara ketat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.