Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sri Sultan HB X/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA - Sengguh, sebagai salah satu inovasi yang dimiliki Pemda DIY mendapatkan tanggapan bagus dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Sengguh merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai pengawasan terhadap program kerja yang dimiliki DIY, dan bisa diakses oleh masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X secara daring kepada Tim Penilai Keterbukaan Informasi Kemenkominfo RI, dalam monitoring dan evaluasi atas Inovasi Keterbukaan Informasi Publik se-Indonesia, Selasa (6/10/2020).
Ia menjelaskan, selama ini DIY telah menerapkan aplikasi inovatif tersebut untuk pembangunan daerah. Program-program ini bisa diakses oleh masyarkat hingga ke level pedukuhan, tidak hanya program provinsi saja. Beberapa inovasi ini ada sebagian yang memang merupakan inovasi turunan dari aplikasi-aplikasi inovatif yang sebelumnya sudah ada di DIY.
Baca Juga: Jogja Trending Topic di HUT ke-264, Netizen: Bahas Jogja yang Ada Hanya Rindu & Candu
“Sengguh adalah pengawasan dalam pelaksanaan program. Apakah terjadi penyimpangan atau tidak, bisa dilaksanakan atau tidak. Sebelumnya itu adalah bentuk pengawasan terhadap program yang ada di dalam Jogja Plan. Jogja Plan berawal dari Dataku, yaitu aplikasi untuk melihat data-data dalam membuat perencanaan. Dataku itu perencanaa, Jogja Plan itu program dan Sengguh itu itu pengawasannya,” ujarnya.
Pemda DIY mendorong agar program di bidang keterbukaan informasi terus meningkat. Saat ini DIY termasuk lima besar terbaik dalam hal tersebut dengan nilai 80,29. “Saya harap nanti akan tercapai angka di atas 90, sehingga semua pihak akan mendapatkan informasi serta meningkatkan indeks demokrasi,” kata dia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Rony Primanto Hari, menuturkan setidaknya ada delapan inovasi yang dikembangkan DIY, meliputi Jogja Pass, Sengguh, Dataku, IDMC DIY, pelayanan Keterbukaan Informasi Publik baik tunanetra maupun kaum difabel, Pelayanan informasi melalui nomor Whatsapp, Pelayanan Inforrmasi melalui Jogja Istimewa Email dan Website, dan Ruang Pelayanan Khusus Tunanetra.
“Di samping itu juga kita kolaborasi dengan berbagai pihak seperti dengan akademisi dan netizen. Dalam hal ini netizen atau penggiat media sosial yang ada di daerah Jogja juga ikut membantu kita dalam menyebarkan ulasan informasi-informasi yang ada dari pemerintah daerah,” ungkpanya.
Baca Juga: Dibegal Rombongan Klithih di Gamping, Urat Tangan Pemuda di Sleman Sampai Putus
Dari kriteria yang ditetapkan Kemenkominfo yaitu menuju informatif, kurang informatif, informatif dan tidak informatif, saat ini DIY berada pada status menuju informatif. Sehingga pada perkembangannya, DIY berharap bisa menjadi Pemerintah Daerah yang informatif.
“Kita berharap dengan adanya keterbukaan informasi ini setiap masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi informasi terkait kegiatan-kegiatan yang ada di DIY. Nanti bisa mengakses data maupun anggaran dan apapun terkait dengan program. Dengan begitu, kalau mereka ingin memberikan kritik, saran, maupun masukan akan lebih mudah mudah dan efisien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pascal Wehrlein menang di Formula E Shanghai 2026. Kemenangan ke-10 musim ini, kukuhkan dominasi dan peluang juara dunia.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.