Tak Perlu Berkerumun, Mengurus SIM di Bantul Bisa Dilakukan di Desa

Kanit Regident Polres Bantul, Ipda Wasito. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
08 Oktober 2020 11:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Program layanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) masuk desa atau Simade Satuan Lalu Lintas Polres Bantul dinilai efektif mengurai kerumunan di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Pemohon SIM di Polres yang biasanya mencapai lebih dari 100 orang per hari, saat ini rata-rata 70-80 pemohon.

Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polres Bantul, Wasito mengatakan program Simade Bantul yang baru diluncurkan sejak tiga bulan lalu itu dalam sehari di satu lokasi bisa melayani 50 pemohon SIM baru maupun perpanjangan, “Sengaja dibatasi sampai 50 pemohon untuk menghindari kerumunan. Kalau lebih dari 50 kami arahkan ke Polres,” kata Wasito, Rabu (7/10/2020).

Baca juga: Ngaglik Punya Pendopo Penunjang Pariwisata Seni dan Budaya

Saat ini Simade baru dilakukan di empat Desa, yakni Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri; Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong; Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan; Desa Argosari, Kecamatan Sedayu. Alasan baru diterapkan di empat desa tersebut karena sarana dan prasarana penunjang cukup mendukung seperti jaringan listrik dan internet.

Namun tidak menutup kemungkinan sasaran Simade akan diperluas ke desa lainnya. Pihaknya juga mendapat banyak masukan dari beberapa pamong desa dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) untuk memperluas sasaran Simade karena dianggap membantu warga yang terlalu jauh jika harus datang ke Polres Bantul.

Untuk memenuhi permintaan tersebut, Satlantas Polres Bantul mensiasati dengan layanan SIM Blusukan ke objek wisata setiap Minggu. “Kalau Simade kan setiap Kamis. Nah SIM Blusukan ke objek wisata ini akan kami laksanakan setiap Minggu dengan sasaran wisatawan dan warga sekitar objek wisata,” kata dia.

Baca juga: Pil Pahit Meluasnya Penularan Covid-19 di DIY

SIM Blusukan yang diluncurkan per Oktober ini baru akan diujicobakan di Pantai Parangtritis Kretek, Puncak Sosok Bawuran Imogiri, Jati Larangan Guwosari Pajangan, dan Bj Home Banguntapan.

Menurut Wasito, Polres Bantul sengaja mendekatkan pelayanan SIM untuk mempermudah warga karena sebelum ada Simade antrean pemohon SIM di Polres terlalu banyak sementara ruang tunggu terbatas. Selain itu pemohon SIM lebih antusias lewat Simade karena Simade melayani pembuatan SIM baru maupun perpanjang. Bahkan ujian teori dan ujian praktek langsung dilakukan di desa sasaran.

“Di Desa sudah disiapkan tempat ujian praktek, jadi warga sebelum melakukan permohonan SIM bisa latihan di balai desa selama 24 jam. Jadi tidak perlu lagi ujian praktek di barat lapangan Dwi Windu,” ucar Wasito.

Protokol Kesehatan

Lebih lanjut pria kelahiran Bantul 1984 itu menyatakan selama pandemi Covid-19 ini proses layanan SIM mengedepankan protokol kesehatan baik di Polres Bantul, Simade, maupun Sim Blusukan. Misalnya dengan menyiapkan tempat cuci tangan, imbauan mengenakan masker dan menjaga jarak. Bahkan pihaknya tidak adakan melayani pemohon SIM yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, “Kalau ada yang tidak mengenakan masker kami suruh kembali untuk mengenakan masker, tapi kalau kami pas kebetulan bawa stok masker kami berikan untuk pemohon yang tidak mengenakan masker,” ujar Wasito.

Sebelum masuk area pembuatan SIM, pemohon terlebih dahulu juga dicek suhu satu per satu, kemudian diminta cuci tangan terlebih dahulu, lalu mengatur jarak tempat duduk supaya berjarak. Dengan banyaknya program layanan pembuatan SIM keliling desa dan tempat wisata dapat mengurangi kerumunan pemohon SIM di Polres.