Kampus Ini Lakukan Dekontaminasi untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Petugas melakukan penyemprotan. - Ist/Uad.
12 Oktober 2020 00:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja melakukan dekontaminasi melalui penyemprotan disinfektan di semua unit kampus secara berkelanjutan. Upaya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona.

Wakil Rektor UAD Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum UAD Utik Bidayati mengatakan sejak terjadinya pandemi Covid-19, pihaknya telah melakukan dekontaminasi beberapa kali. Mulai dari Maret, Agustus hingga Oktober 2020 ini. Titik yang dilakukan penyemprotan terutama pada area yang menjadi aktivitas rutin, prosesnya pun mengikuti anjuran pemerintah.

BACA JUGA : Ada Penyemprotan Skala Besar, Tiga Pasar di Jogja Ini Bakal

“Dekontaminasi yang dilakukan bertujuan untuk melakukan proteksi agar warga di sekitar kampus tetap aman dari penyebaran Covid-19. Jadi tidak sekadar warga UAD saja yang berusaha kami proteksi,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Minggu (11/10/2020).

Dekontaminasi terus dilakukan hingga Oktober ini karena sudah ada aktivitas perkantoran di lingkungan UAD. Di mana aktivitas dilakukan dengan mematuhi standar protokol kesehatan ketat melalui rekomendasi Satgas Covid-19 UAD. Karena merupakan program bersifat pencegahan maka dekontaminasi akan terus dilakukan selama pandemi.

“Dekontaminasi dilakukan dalam kurun waktu sebulan kalau aktivitas kampus terpantau ramai. Tetapi jika tidak [ramai] antara dua hingga tiga bulan,” katanya.

BACA JUGA : Penyemprotan Desinfektan di Jogja Fokus ada Titik Terpapar

Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD Zahrul Mufrodi menambahkan dekontaminasi dilakukan di semua unit kampus mulai dari Kampus I, Kampus IV kemudian dilanjutkan Kampus II, III dan kampus V pada Minggu (4/10/2020). Proses dekontaminasi yang dilakukan di seluruh gedung UAD melibatkan tim dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Kokam dan petugas keamanan.

“Dekontaminasi dilakukan secara periodik untuk meminimalisasi terjadi penyebaran virus corona,” ujarnya.