Penyemprotan Desinfektan di Jogja Fokus ada Titik Terpapar Covid-19

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
29 September 2020 09:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Hariajogja.com, JOGJA - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Octo Noor Arafat menyebutkan dalam pengajuan permohonan penyemprotan desinfektan dalam upaya pencegahan Virus Covid-19, ada prosedur dan undang-undangnya.

Salah satunya laporan tertulis secara resmi dan adanya kasus Covid-19 di wilayah pemohon. "BPBD Kota Jogja siap kalau itu dibutuhkan penyemprotan. Kalau memang nanti ada kasus kami dari BPBD Kota Jogja siap melakukan penyemprotan," terangnya, Senin (29/8/2020).

Baca juga: Mahasiswa Luar Daerah yang Datang ke Jogja Wajib Isi Data Diri Daring, Ini Alurnya

Berkaitan dengan penyemprotan disinfektan, dikarenakan semakin banyak titik-titik yang terpapar Covid dan itu positif, maka BPBD Kota Jogja fokus mengambil langkah kepada titik-titik yang sudah terpapar.

Adapun bagi wilayah tidak terpapar yang dalam kategori pencegahan, BPBD Kota Jogja memberikan dukungan seperti obat-obatan (disinfektan) dan itu dilakukan oleh tim mandiri. "Apakah itu di kampung-kampung melalui Kampung Tangguh Bencana (KTB), kemudian kelompok masyarakat yang tidak ada KTB-nya pun kalau mereka ingin melakukan tindakan penyemprotan bisa kami support dengan bahan baku dari BPBD Kota Jogja," jelas Octo.

Untuk diketahui, pada sekitar pertengahan September lalu, sejumlah Kantor BNI di Kota Jogja sempat mengalami penutupan sementara. Kala itu Head if Region PT. BNI (Persero) Tbk. Kantor Wilayah Yogyakarta, Moh Hisyam dalam holding statement-nya menyebutkan jika operasional 50 persen layanan outlet dialihkan ke layanan outlet terdekat untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan di BNI Kantor Cabang Jogja.

Baca juga: Doni Monardo: Masyarakat Menjadi Ujung Tombak Pencegahan Covid-19

Besar kemungkinan desinfeksi Kantor BNI dilakukan secara mandiri. Pasalnya BPBD Kota Jogja memastikan tidak melakukan penyemprotan di Kantor BNI. Sehingga menurut Octo tindak lanjut penyemprotan dilakukan tapi bukan dari BPBD Kota Jogja. Meski demikian, tidak ada laporan resmi dari pihak BNI kepada BPBD Kota Jogja. Octo menegaskan pihaknya siap kalau itu dibutuhkan penyemprotan.

Ia menyampaikan zecara rinci, dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja tidak menerima laporan dari pihak BNI. "Hanya ada permohonan via telp untuk melakukan penyemprotan, kemudian kami tanyakan apa ada kasus di BNI, dari pihak BNI mengatakan tidak ada kasus," terangnya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik , Bayu Wijiyanto menceritakan bahwa benar pihaknya memang pernah menerima permohonan penyemprotan via telp. Pihak BNI itu meminta untuk menyemprot disinfektan Kantor BNI titik nol dan salah satu outletnya. "Pihak BNI ingin kami menyemprot di sana, Kota sudah tidak ada jadwal itu," ujarnya.

Bayu melanjutkan jika dari pihak BNI tidak ada laporan secara tertulis yang menyatakan bahwa ada pegawainya yang positif Covid-19. "Nggeh karena kami kekurangan personil, untuk jadwal penyemprotan itu sudah penuh, permohonan cuma via telp, saja di wa call salah satu pegawainya, itu kan tidak resmi, dan dia minta disemprot bagian luarnya saja," tandasnya.