Lowongan Ribuan Pengawas TPS di Sleman Masih Kosong, Ini yang Dilakukan Bawaslu

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2020 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah upaya akan dilakukan Bawaslu Sleman untuk memenuhi kuota pendaftar pengawas TPS pada Pilkada Sleman. Selain memassifkan sosialisasi dan jemput bola, melalui Bawaslu melalui masing-masing Panwascam akan mengandeng pemangku wilayah.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati mengatakan berdasarkan data jumlah pendaftar per Minggu (11/10/2020) jumlah pendaftar Pengawas TPS sebanyak 1.179 orang dari kebutuhan 4.248 orang di 2.124 TPS. Dari jumlah pendaftar, lima kepanewon paling rendah terdiri dari Moyudan (7 orang pendaftar), Seyegan (32 pendaftar), Cangkringan (34 pendaftar), Pakem (46 pendaftar) dan Mlati (49 pendaftar).

BACA JUGA: Kapan Bioskop di Jogja Dibuka Kembali? Ini Kata Pemkot

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin memenuhi target sesuai batas waktu tanggal 15 Oktober 2020. Kalau optimis atau tidak ya memang agak berat mencapai target pendaftar dua orang per TPS sampai 15 Oktober," kata Vici, Senin (12/10/2020).

Jika sampai pada batas waktu yang ditentukan jumlah pendaftar belum memenuhi kuota, maka Bawaslu akan memperpanjang waktu pendaftaran pada 16-19 Oktober. "Itu perpanjangan pertama. Kalau masih belum terpenuhi, maka akan dilakukan perpanjangan kedua mulai 20-26 Oktober," katanya.

Dia berharap kuota pendaftar bisa terpenuhi sesuai ketentuan. Bila dua kali masa perpanjangan pendaftaran masih belum memenuhi kuota, maka pihaknya akan menggandeng pemangku wilayah untuk mengajak warganya terlibat aktif menjadi Pengawas TPS. "Kalau sampai perpajangan kedua tetap belum terpenuhi, maka jumlah pelamar yang ada tetap kami lantik sejumlah 2.124 TPS," katanya.

Saat ini, lanjut Vici seluruh Panwascam dan Pawasdesa sudah mulai menggandeng pemangku wilayah seperti pak dukuh RT maupun RW agar ada warganyal mau me daftr sebagai pengawas TPS. "Saat perpanjangan tentunya temen-teman panwaslucam kecamatan dan panwasludesa akan lebih intensif untuk jemput bola mencari pendaftar potensial agar mau mendaftar," katanya.

Disinggung soal insentif, bagi Pengawas TPS akan mendapatkan honor Rp550.000. Selain itu, selama mengikuti Bimtek di kecamatan disediakan transport. Pada hari H selain mendapat penanda indentitas berupa id card dan kaos Pengawas TPS juga disiapkan pengganti konsumsi.

"Pengawas TPS bekerja mulai dari persiapan pelaksanaan pemungutan biasanya H-1, saat pembukaan pemungutan suara, pelaksanaa pemungutan dan penghitungan hasil dan mengawal pengiriminan kotak suara pada hari H," jelas Vici.