Kabar Baik, Tren Kasus DBD di Bantul Turun

Ilustrasi - Pixabay
13 Oktober 2020 15:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul menyatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Bantul menunjukkan angka penurunan sejak tiga bulan terakhir. Penurunan kasus penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti ini diduga karena masyarakat semakin sadar melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Secara umum tren perkembangan kasus DBD menurun sejak bulan Juni,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, melalui pesan singkat aplikasi Whatsapp, Selasa (13/10/2020).

Pria yang akrab disapa Oki ini mencatat total kasus DBD di Bantul sampai akhir September lalu sebanyak 1.085 kasus. Kasus di Bulan Juni ada 123 kasus, kemudian Juni 85 kasus, dan September terlaporkan kasus DBD sebanyak 17 kasus.

Sementara kasus terbanyak ada di Kecamatan Bantul 131 kasus dan terenda di Kecamatan Dlingo 14 kasus. Ia memastikan penurunan kasus DBD ini tidak ada kaitannya dengan peningkatan kasus Coronavirus Disease atau Covid-19.

Menurut dia, penularan penyakit DBD sangat dipengaruhi dengan perubahan cuaca. Meski kasus menurun, jelang musim penghujan ini Oki meminta masyarakat tidak lengah.

Ia mengimbau masyarakat tetap melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungannya masing-masing dan melakukan 3M, yakni menguras tempat penampungan air yang disinyalir menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk, menutup penampungan air, dan mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas.

“Tapi tetap dengan prosedur protokol kesehatan [Covid-19],” ucap Oki.