2 Polisi Terluka Saat Amankan Demonstrasi di Malioboro

Demonstrasi yang ricuh di halaman DPRD DIY, Kamis (8/10/2020). - Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
14 Oktober 2020 02:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Dua orang polisi mengalami luka saat mengamankan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) di Jalan Malioboro, Kota Jogja.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan seorang personel Polresta Jogja mengalami strok, yakni Iptu Suyadi. Polisi tersebut saat ini tengah mengalami perawatan intensif di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman.

Anggota Satuan Sabhara tersebut sebelumnya sempat mengalami luka pada kepala bagian belakang ketika bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD DIY yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Tuding Anarko Bikin Ricuh di Akhir Demo 1310

"Saat ini Pak Yadi kondisinya menjadi strok," ujar Yuliyanto pada Selasa (13/10/2020).

Saat mengalami luka di kepala, Iptu Suyadi masih melaksanakan tanggungjawabnya sebagai personel Satuan Sabhara. Namun demikian, kondisinya saat ini belum bisa beraktivitas seperti sebelumnya.

"Sebenarnya ada potensi untuk itu (strok) tapi dipicu oleh benturan yang kemarin itu. Yang bersangkutan mau dikirim ke Jakarta untuk dirawat di Kramat Jati," sambung Yuliyanto.

Baca juga: Ini Penjelasan DPR Terkait Banyaknya Versi UU Cipta Kerja

Luka yang diderita oleh anggota Polri ternyata tidak hanya dialami oleh Iptu Suyadi, Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria juga ikut menjadi korban. Saat bertugas mengamankan demo, orang nomor satu di Ditreskrimum Polda DIY tersebut mengalami luka robek di kepala.

"Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria juga terluka saat bertugas di tengah demo ricuh tersebut. Kepalanya mengalami luka robek," ungkapnya.

Satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test pada Kamis (8/10/2020) dinyatakan bebas Covid-19. Hasil swab dari peserta aksi yang sempat dicokok jajaran Polresta Jogja tersebut hasilnya negatif. Swab test dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara Jogja.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika peserta aksi yang sempat ditangkap polisi tersebut sebelumnya melakukan isolasi mandiri di RS Bhayangkara, Kalasan, Sleman. Pasalnya, hasil rapid test yang dilakukan terhadap dirinya dinyatakan reaktif.

"Setelah dilakukan swab hasilnya dinyatakan negatif. Peserta aksi sudah dipulangkan ke rumahnya," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi pada Selasa (13/10/2020).

Adapun, mengenai detail kapan swab test dilakukan terhadap peserta aksi sendiri, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro tidak bisa memberikan informasi tersebut.

"Coba cek ke RS Bhayangkara, tadi Karumkit yang lapor ke Polda DIY," imbuh Purwadi.

Dikonfirmasi terpisah, Karumkit RS Bhayangkara Kompol dr. Theresia Lindawati mengatakan jika hasil swab test yang dilakukan oleh peserta aksi unjuk rasa yang terpaksa harus diamankan oleh polisi tersebut baru keluar pada Senin (12/10/2020).

"Swab test nya sendiri dilakukan pada Sabtu (10/10/2020). Swab test dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara," sambung Kompol dr. Theresia Lindawati.

Theresia menambahkan jika satu peserta aksi unjuk rasa yang dinyatakan bebas Covid-19 tersebut sudah dipulangkan pada hari Selasa (13/10/2020).

"Untuk yang sudah dilakukan swab test dan dinyatakan negatif sudah dipulangkan pada hari ini Selasa (13/10/2020)," terangnya.