Handphone Digasak Pencuri, Siswa SMA di Jogja Kesulitan Kerjakan Tugas Sekolah

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Oktober 2020 15:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Seorang pemuda yang ingin berbelanja di sebuah toko sembako di Jalan Kebunraya, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja harus menelan pil pahit. Handphone miliknya hilang digasak pencuri di siang bolong pada Selasa (6/10/2020) lalu.

Salah satu saksi mata, Parwoto, 35, warga Rejowinangun, Kotagede, Jogja, mengatakan jika korban bernama Deffa Abiansyah, 17, yang juga merupakan warga Rejowinangun, Kotagede, Jogja. Korban yang masih masih duduk di bangku SMA tersebut awalnya ingin membeli kebutuhan pokok di toko milik Parwoto.

"Kejadiannya sendiri terjadi pada Selasa (6/10/2020) lalu pukul 11.45 WIB. Saat itu handphone milik korban dicuri orang tidak dikenal. Padahal, di dalam handphone korban banyak terdapat tugas sekolah yang masih disimpan untuk kemudian dikerjakan," ujar Parwoto saya dikonfirmasi pada Kamis (15/10/2020).

Awalnya, lanjut Parwoto, korban hanya ingin berbelanja kebutuhan pokok di warung miliknya. Korban berniat hanya sebentar. Jarak dari tempat korban memarkirkan kendaraan roda dua miliknya dengan tempat korban mencari barang di warung milik Parwoto sekitar dua meter.

Baca Juga: Dukung Penanganan Virus Corona, YouTube Hapus Konten Antivaksin

"Korban datang langsung memarkirkan kendaraan miliknya. Ia memang berencana untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok di warung saya. Belum sampai setengah menit, ada orang tidak dikenal mendekati motor korban dan langsung menggasak barang yang ada di dashboard korban," terang Parwoto.

Rupanya, korban meninggalkan handphone miliknya di dashboard motor dan keteledorannya langsung dimanfaatkan oleh orang tidak dikenal. Mengetahui handphone miliknya hilang, korban panik dan meminta bantuan pemilik toko.

"Korban meminta bantuan saya untuk mengecek rekaman CCTV yang ada di toko. Korban masih beruntung motornya tidak digasak, karena korban juga meninggalkan kunci motor yang masih menggantung di motornya. Memang ada unsur keteledoran dari korban. Korban memang berniat hanya membeli sedikit barang kemudian pulang," terangnya.

Meskipun rekaman CCTV jelas menunjukkan jika ada seseorang yang mengambil handphone milik korban, namun tidak begitu jelas nomor pelat kendaraan milik pelaku pencurian handphone. Dalam melaksanakan aksinya, pelaku menggunakan motor matik.

"Nomor pelat kendaraan bermotor milik pelaku tidak terekam begitu jelas. Pelaku sepertinya berniat untuk berbelanja juga. Pasalnya, ia sudah menghentikan kendaraan bermotor miliknya di depan toko. Namun, melihat sebuah handphone masih tertinggal di dashboard motor, pelaku langsung mengambil handphone kemudian kabur," paparnya.

Baca Juga: Dampak La Nina Bakal Sampai Sleman, Sri Purnomo Siapkan Anggaran Tak Terduga

Berdasarkan penuturan dari korban, kata Parwoto, ia kesulitan untuk mengerjakan tugas sekolah yang saat ini serba online. Korban sendiri merupakan murid di salah satu sekolah menengah atas negeri yang ada di Jogja. Bahkan, beberapa tugas yang sudah dikerjakan oleh korban harus diulang.

Sementara itu, Kapolsek Kotagede, Kompol Dwi Tavianto mengatakan jika korban sampai saat ini belum membuat laporan polisi. Kompol Dwi Tavianto sebelumnya membenarkan jika memang terjadi aksi pencurian di sebuah toko sembako yang ada di Jalan Kebunraya, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja.

"Informasinya memang seperti itu [ada pencurian handphone di sebuah toko di di Jalan Kebunraya, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja]. Namun, yang bersangkutan [korban] belum membuat laporan," ujar Dwi.

Imbauan untuk Hati-Hati

Dwi mengimbau agar warga lebih berhati-hati saat keluar rumah. Usahakan agar menaruh barang-barang yang penting di tempat yang aman. Pasalnya, keteledoran akan dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Kehati-hatian saat meninggalkan sepeda motor harus diperhatikan. Kunci bahkan barang berharga yang sengaja diletakkan di dashboard harus dijaga. Ketika ada kesempatan, orang-orang bisa jadi berbuat jahat. Maka dari itu kami hanya bisa mengimbau untuk lebih berhati-hati dalam meletakkan barang di motor," pungkas Dwi.