Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia, Tantang Argentina
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
Rizal Abdul Aziz, warga Salakan, Trihanggo, Gamping, menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya, Kamis (15/10/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Semua orang berharap tetap sehat dan tidak menggunakan Kartu BPJS Kesehatan. Namun bagaimana jika kesehatan tiba-tiba terganggu? Rizal Abdul Aziz, warga Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, mengaku baru pekan lalu untuk pertama kali menggunakan layanan BPJS Kesehatan. "Seumur-umur baru sekali saya menggunakan kartu itu. Karena tiba-tiba ada gejala seperti hernia sehingga saya harus periksa ke dokter spesialis," katanya, Kamis (15/10/2020).
Karena belum memiliki pengalaman menggunakan layanan JKN BPJS Kesehatan, Rizal kemudian berinisiatif untuk mencari informasi melalui Internet. "Setelah tahu prosedurnya, saya kemudian ke faskes pertama yakni ke puskesmas untuk meminta rujukan karena di puskesmas tidak ada dokter spesialis," katanya.
Saat tiba di puskesmas, Rizal juga mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. "Selama mengikuti prosedur tidak ada kesulitan. Awalnya saya waswas apakah layanannya sesuai informasi yang beredar di Internet atau bakal ribet. Ternyata tidak ada kesulitan," katanya.
Setelah mendapatkan surat rujukan, ia bergegas ke rumah sakit rujukan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Di rumah sakit dia mendapatkan pelayanan sesuai prosedur. "Layanannya tidak berbelit-belit. Mereka juga sudah tahu setelah surat rujukan saya serahkan, dan selanjutnya saya diperiksa oleh dokter spesialis," katanya.
Setelah pemeriksaan kesehatan selesai dan mendapatkan jadwal untuk kontrol, Rizal pulang tanpa harus membayar biaya administrasi dan pemeriksaan, termasuk obat-obatan. "Asalkan sesuai prosedur ternyata semua berjalan mudah," katanya.
Dia menilai, keberadaan program BPJS Kesehatan sangat membantu bagi pekerja seperti dirinya dengan penghasilan tidak seberapa. Buat menabung saja, kata Rizal, dia masih kesusahan sehingga menjadi peserta BPJS Kesehatan semua layanan kesehatan bisa semakin mudah.
"Jadi program BPJS ini sangat membantu. Tidak bisa dibayangkan kalau tidak menjadi peserta BPJS biaya yang ditanggung pasti banyak. Soalnya harus kontrol beberapa kali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swiss lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalahkan Kolombia via penalti 4-3. Berikut hasil, analisis, dan prediksi vs Argentina
PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menghangatkan dunia modifikasi Indonesia melalui gelaran modifikasi sepeda motor terbesar yakni Honda Modif Contest (HMC)
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Di tengah impitan tekanan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen penuh untuk memastikan setiap rupiah
Francesco Bagnaia membidik podium di MotoGP Jerman 2026 meski mengakui Sachsenring bukan sirkuit favoritnya. Hasil positif dibutuhkan untuk memperbaiki posisi k