Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida Dikaji, 32 Anak Divisum
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah kasus positif Covid-19 di perusahaan pengelola layanan call center di Jalan Laksda Adisucipto, Sleman (PT VADS) bertambah lima kasus. Total karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di perusahaan ini sebanyak 90 kasus.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan jumlah karyawan perkantoran (PT VADS) yang terpapar Covid-19 bertambah lima orang. Dari penambahan jumlah tersebut total karyawan yang terkonfirmasi positif sebanyak 90 orang. "Sebelumnya ada 62 orang, kemudian bertambah 23 orang. Hari ini (kemarin) ada penambahan lagi lima orang sehingga total menjadi 90 orang," kata Evie sapaan akrab Shavitri, Jumat (16/10/2020).
BACA JUGA: Pasca Ambles, Drainase di Selokan Mataram Akan Diperbaiki Total
Setelah diketahui puluhan karyawan perusahaan tersebut positif Covid-19, Satgas Covid-19 Sleman dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengambil kebijakan agar manajemen menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Mereka yang positif asimtomatik untuk melakukan isolasi selama 14 hari sementara karyawan yang sehat diminta untuk melakukan work from home (WFH).
"Kegiatan segala gathering tidak dibolehkan, karyawan diminta untuk WFH dan dilakukan penyemprotan disinfektan menyeluruh," kata Evie.
Disinggung kebijakan Satgas Covid-19 tidak menutup operasional sementara perusahaan tersebut seperti unit usaha sebelumnya, Evie beralasan karena aktiVitas penyemprotan disinfektan sedang dilakukan secara menyeluruh di perusahaan tersebut. Selain itu, karyawan yang tidak terpapar Covid 19 masih bisa menerapkan WFH. "Karena itu, operasional perusahaan tidak ditutup total," katanya.
Dia mengatakan, banyaknya karyawan (PT VADS) yang terpapar Covid-19 salah satunya disebabkan banyak karyawan yang tidak menerapkan prokes dengan baik. Misalnya, tempat duduk karyawan berdampingan dan tidak berjarak. Dia juga menduga, Satgas Covid-19 di perusahaan tersebut belum terbentuk atau kalau terbentuk tidak berjalan efektif.
"Sebab awal kasus ini terjadi sejak 21 September. Ada keterlambatan dari perusahaan untuk menerapkan WFH kepada karyawan lainnya sehingga penyebaran penularannya cepat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Top Ten News Jogja 16 Mei 2026: Mandala Krida, 32 anak divisum, SPMB 2026, Waisak, hingga sapi kurban Presiden Prabowo.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.