Pasca Ambles, Drainase di Selokan Mataram Akan Diperbaiki Total

Petani membersihkan sampah di Selokan Mataram, Jumat (21/2/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
16 Oktober 2020 17:37 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) memutuskan akan melakukan perbaikan total terhadap Selokan Mataram pasca amblesnya saluran drainase di bawahnya yang berdampak pada Selokan Mataram, Rabu (14/10/2020) lalu.

Sejak amblesan terjadi pada Rabu siang lalu, BBWSSO mematikan saluran utama Selokan Mataram di Bendungan Karangtalun supaya dapat dilakukan perbaikan. Diperkirakan waktu perbaikan akan memakan waktu lebih dari tujuh hari.

Kepala BBWSSO, Dwi Purwantoro mengatakan setelah dilakukan pematian saluran air dan pengeringan Selokan Mataram, ia mendapati kerusakan drainase tersebut lebih parah dari yang ia duga. Sehingga, drainase itu perlu ditutup total, tidak sekadar menggunakan geobag.

BACA JUGA: Sepekan Terakhir Aktivitas Kegempaan Merapi Cenderung Tinggi

"Kemarin rencana kami hanya ditutup dengan geobag agar cross drain bisa tertutup. Setelah kami keringkan ternyata tidak bisa hanya ditutup geobag. Dialirkan melalui pipa juga tidak bisa, karena alirannya 5 meter kubik," kata Dwi pada Jumat (16/10/2020).

Setelah dikeringkan, BBWSSO akan menggali dan memperbaiki drainase rusak yang ada di bawah selokan. Drainase tersebut akan diganti dengan beton persegi berukuran 1 x 1 meter. Untuk pengerasan beton, pihaknya membutuhkan waktu sekitar tujuh hari.

"Waktu yang diperlukan untuk perbaikan tujuh sampai sepuluh hari. Kami lakukan pengerasan beton dengan menambahkan zat adiktif yang mungkin selama tujuh hari bisa keras," terangnya.

Lantaran akan memakan waktu cukup lama, sementara masa tanam padi sudah di depan mata, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Sleman untuk melakukan sosialisasi pada petani dan pembudidaya ikan yang terdampak. Sebab, Selokan Mataram ini menurutnya mengairi 5.154 hektar.

"Selokan ini kan utamanya untuk pertanian, tetapi seiring berjalannya waktu juga dimanfaatkan untuk perikanan, jadi perlu disosialisasikan kepada pembudidaya juga," sambungnya.