Sepekan Terakhir Aktivitas Kegempaan Merapi Cenderung Tinggi

Gunung Merapi. - @Twitter/BPPTKG.
16 Oktober 2020 16:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan aktivitas Merapi selama sepekan terakhir. Secara umum tidak ada perbedaan signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Hanya saja aktivitas kegempaan dalam sepekan terakhir cenderung naik dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan dalam pekan ini kegempaan Merapi tercatat 56 kali gempa Hembusan (DG), 41 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 319 kali gempa Fase Banyak (MP), 5 kali gempa Low Frekuensi (LF), 67 kali gempa Guguran (RF) dan 10 kali gempa Tektonik (TT).  “Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (16/10/2020).

BACA JUGA : Begini Kondisi Merapi Selama Sepekan Terakhir

Ia menambahkan untuk deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh, jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,319 meter hingga 4.044,338 m eter. Sedangkan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,759 meter hingga 3.858,772 meter. Baseline GPS Pasarbubar – Jrakah berkisar pada 5.384,454 meter hingga 5.384,485 meter.

“Deformasi Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada pekan ini menunjukkan adanya laju pemendekan jarak sebesar 1 cm/hari,” katanya.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 75 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah Kamis (15/10/2020) jam 05.40 WIB.

BACA JUGA : Begini Kondisi Jalur Evakuasi Merapi yang Rusak

Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Analisis morfologi kawah melalui foto dari stasiun Deles 3 tanggal 2 Oktober terhadap 1 Oktober 2020. “Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan Drone pada tanggal 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3,” ujarnya.

Hanik memastikan berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil dan aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga ditetapkan dalam status tingkat waspada. Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

BACA JUGA : Tubuh Merapi Menggembung, Ini Pengamatan Juru Kunci

BPPTKG masih merekomendasikan seperti sebelumnya, bahwa aktivitas tidak direkomendasikan di radius tiga kilometer dari pucak, guguran lava dan awan panas harus diwaspadai serta kemungkinan terjadinya aliran lahar hujan di Sungai Gendol.