Advertisement
Musim Hujan Tingkatkan Risiko Awan Panas dan Lahar di Gunung Merapi
Foto ilustrasi. Foto pengamatan visual BPPTKG menunjukkan guguran awan panas di Gunung Merapi, Kamis (25/1/2024). - ist - BPPTKG
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut masuknya musim penghujan berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Merapi dan risiko bencana di wilayah terdampak.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi peningkatan risiko bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.
Advertisement
Agus menyampaikan bahwa BPPTKG telah melakukan pengamatan bahaya secara intensif untuk mengantisipasi potensi terjadinya lahar dan awan panas. Hasil pengamatan ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah terkait.
"Kami tahu bahwa ada endapan material awan panas dan guguran terutama di lereng barat daya yang berpotensi diguyur curah hujan tinggi," ungkap Agus, Senin (4/11/2024).
Kondisi ini, menurutnya, dapat memicu dua jenis bahaya utama. Pertama, hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu ketidakstabilan kubah lava, sehingga berpotensi terjadi awan panas guguran. Kedua, endapan material vulkanik yang sudah ada dapat tererosi oleh hujan, sehingga memicu aliran lahar.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa arah erupsi Gunung Merapi saat ini masih cenderung ke arah barat daya. "Kalau Barat daya itu dampaknya hanya di sekitar sungai, seperti Boyong dan Putih," terangnya.
BACA JUGA: Omzet Pedagang Turun 26,7 Persen, Pemkab Bantul Bakal Branding Ulang Lima Pasar
Meskipun demikian, Agus tetap menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.
BPPTKG mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi terkini dari instansi terkait dan pemerintah daerah. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk memahami dan menerapkan standar keselamatan, terutama terkait dengan potensi bahaya lahar.
"Dengan adanya musim hujan ini perlu mengaktifkan standar keselamatan untuk mengantisipasi bahaya lahar," tegas Agus.
Standar keselamatan ini meliputi pemahaman jalur evakuasi, persiapan logistik, serta peningkatan kewaspadaan terhadap tanda-tanda bahaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- 47 SMP dan 26 MTs di Bantul Siap Jalani TKA, Ini Skemanya
Advertisement
Advertisement






